Wujudkan Swasembada Pangan Pemerintah Kembangkan SDMB

Wujudkan Swasembada Pangan Pemerintah Kembangkan SDMB

IMG-20151031-WA0001

LiBi Majalengka – Kepala Balai Besar Pengembangan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Holtikultura (BBPPMBTPH) Ir. Tri Susetyo, MM meresmikan pembangunan gudang penyimpan benih dan lantai jemur di kelompok tani Gangsa I, Desa Jati Tengah, Kecamatan Jati Tujuh, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Kamis (29/10/15).

Dalam sambutannya Ir. Tri Susetyo mengatakan dengan adanya kegiatan Seribu Desa Mandiri Benih (SDMB) ini diharapkan akan menumbuhkan kelompok tani dan kelompok penangkar atau gabungan keduannya yang mampu menyediakan benih untuk kebutuhan benih di wilayah masing-masing.

“Pengembangan seribu desa mandiri benih ini sangat penting diterapkan dan harus dilakukan secara berkesinambungan dan salah satu upaya untuk mengatasi kekurangan swasembada pangan yaitu dengan menyediakan benih untuk kebutuhan benih di wilayah masing-masing untuk meningkatkan penanaman padi di setiap daerah yang cocok pada sektor pertanian,” ujar Tri Susetyo.

Ditambahkannya, dengan benih yang dihasilkan tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan benih di wilayah yang bersangkutan, selebihnya di manfaatkan ke wilayah lainnya.

“Produktvitasnya 7 ton GKP/Ha, sehingga dengan luasan 10 Ha, maka total produksinya 70 ton GKP. Setelah diproses menjadi benih maka dihasilkan benih sebesar 40 ton. Benih tersebut mampu untuk memenuhi kebutuhan benih di Desa yang berangkutan, dan sisanya akan dimanfaatkan oleh petani kawasan itu atau di tempat lain,”imbuh Tri Susetyo

Pengembangan Seribu Desa Mandiri Benih merupakan wujud dari salah satu janji presiden Joko Widodo yang tertuang dalam NAWACITA dengan fokus utama mewujudkan kemandirian pangan untuk menggerakkan sector-sektor strategis ekonomi domestik sebagaimana yang tercantum dalam Sembilan agenda prioritas pembangunan, penanggulangan kemiskinan pertanian dan regenerasi petani.

Pada tahun anggaran 2015 telah dialokasikan kegiatan SDMB sebanyak 1.000 unit/desa di 32 provinsi. Provinsi yang tidak tidak melaksanakan kegiatan tersebut adalah Kepulauan Riau dan DKI Jakarta. Pada perkembangannya, provinsi Kalimantan Utara tidak bisa melaksanakan kegiatan dimaksud sehingga direalokasi ke provinsi lain.
Komoditi yang dikembangkan adalah padi inbrida dengan 1 (satu) unit kegiatan SDMB seluas 10 ha, sehingga total areal yang mendapatkan bantuan seluas 10.000 ha.

Tri Susetyo menambahkan “Bantuan kegiatan SDMB ini berupa belanja bantuan sosial sebesar Rp. 170 juta/unit dan berdasarkan laporan dari provisi telah disalurkan anggaran ke kelompok tani, diperkirakan pada akhir November anggaran tersebut sudah tersalur semua. Anggaran tersebut digunakan untuk pengadaan sarana produksi, biaya sertifikasi benih, pengadaan alat dan mesin pengolahan benih serta pengemasan benih, pembangunan gudang penyimpanan benih, dan pembuatan lantai jemur. (PS/LB)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply