Hadapi MEA Pemerintah Diharapkan Berdayakan Pengusaha Lokal

unnamed (1)

LiBi Mamuju – Pemerintah diharapkan ikut memberdayakan keberadaan pengusaha lokal seiring dengan pemberlakukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun 2016.

Hal ini terungkap dalam acara dialog Akhir Tahun yang diselenggarakan LSM Jari Manis dan Radio RBFM yang mengangkat tema “Refleksi Tahun 2015, Menyongsong Pembangunan 2016 yang digelar di salah satu hotel di Mamuju, Jumat (1/1/2016).

Diskusi ini pun mengerucut kepada salah satu poin tuntutan kepada pemerintah agar tahun 2016 memperhatikan sektor ekonomi dengan serius serta merangkul para pengusaha-pengusaha lokal dalam menyongsong MEA.

Busman Rasyid, reporter Manakarra TV ini menekankan, proyek pembangunan di Mamuju harus melibatkan kontraktor-kontraktor lokal.

Ia juga berpesan agar pemerintah dan masyarakatnya harus siap bersaing di Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

“Pemkab Mamuju harus mengambil langkah tegas dalam persoalan proyek pembangunan, pemerintah harus melibatkan kontraktor-kontraktor lokal. Kita juga harus mempersiapkan diri di tahun 2016 menghadapi MEA, kita tidak mau pasar tradisional kita tersisihkan oleh pasar moderen,” terangnya.

Ketua Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Sulawesi Barat, Rahmat menuturkan, penyandang cacat harus mempunyai ruang dalam sektor usaha yang mesti diperhatikan pemerintah.

Rahmat yang saat ini masih menjadi Mahasiswa STIE Muhammadiyah ini juga berpesan, tahun 2016, masyarakat Mamuju harus berperan aktif dalam segi wirausaha demi terputarnya roda perekonomian di Mamuju.

“Tunanetra harus juga diperhatikan pemerintah, terlebih dalam sektor usaha. Saya juga mengajak masyarakat agar terus berwirausaha, ini bertujuan untuk meningkatkan mutu ekonomi Mamuju sebagai kota besar,” ujarnya. (ant/lb)