Hadapi MEA, BEI Fokus Perkuat Infrastruktur

bursa

LiBi Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) kini sedang fokus memperkuat sumber daya manusia (SDM) di industri pasar modal agar lembaga itu dapat memenangkan persaingan dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

“Menghadapi MEA, otoritas pasar modal Indonesia sedang fokus terhadap pengembangan internal terlebih dahulu. Selain penambahan jumlah emiten dan investor, salah satu strategi mengembangkan pasar modal Indonesia adalah dengan mencari tenaga profesional di pasar modal yang memiliki etika maupun logika yang baik,” ujar Direktur Utama BEI, Tito Sulistio, di Jakarta, Sabtu.

Menurut dia, hal itu yang menjadi dasar bagi tiga lembaga “Self Regulatory Organization” (SRO) di pasar modal Indonesia yakni BEI, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). SRO sedang menyelenggarakan “Capital Market Professional-Development Program” (CMP-DP).

CMP-DP merupakan program seleksi bagi calon tenaga profesional di pasar modal. Proses seleksi CMP-DP sendiri saat ini sudah memasuki tahap kedua yang mana telah terpilih 170 peserta dari 4.200 pelamar dari seluruh Indonesia untuk mengikuti tes yang meliputi “Focus Group Discussion” (FGD) dan Psikotes.

Dengan semakin banyaknya ketersediaan tenaga profesional di pasar modal, Tito Sulistio mengharapkan, dapat semakin menumbuhkembangkan industri pasar modal dalam beberapa tahun mendatang, sehingga mimpi pasar modal Indonesia untuk menjadi yang paling besar di kawasan Asia Tenggara maupun Asia dapat terwujud.

“Kami ingin menjadi bursa yang terbaik di Asia Tenggara, bahkan Asia dan salah satu strateginya adalah dengan mencari staf yang terbaik untuk memenangkan persaingannya,” katanya.

Tito mengatakan, prinsip dasar MEA yang merupakan pasar bebas mengharuskan seluruh “stakeholders” siap demi memenangkan persaingan dengan negara lain.

“BEI belum akan ikut serta dalam integrasi bursa-bursa di kawasan Asia Tenggara karena akan fokus terlebih dahulu dengan program-program pengembangan internal. Kami ingin agar pasar modal Indonesia setara terlebih dahulu dengan pasar modal di kawasan Asia Tenggara yang telah maju. Jika pasar modal Indonesia sudah besar, baru kami ikut (integrasi bursa ASEAN),” katanya.

Sementara itu, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Alpino Kianjaya mengapresiasi peserta CMP-DP. Daftar peserta yang telah lolos seleksi tahap kedua ini akan dipromosikan kepada Perusahaan Efek Anggota Bursa.

“Diharapkan, proses pembelajaran bagi seluruh peserta yang telah mengikuti tes seleksi CMP-DP akan terus berlanjut,” katanya.

Ia juga menganjurkan kepada para peserta yang tidak lolos seleksi untuk menjadi investor di BEI sehingga mengetahui secara detil informasi yang akhirnya dapat mengaplikasikan seluruh ilmunya di pasar modal.

“Jika seluruh peserta yang mengikuti tes ini mau terus belajar maka pasti akan mencapai masa depan yang lebih baik,” katanya. (ant/lb)