Unindra PGRI Gelar Wisuda Ke-49, Sumaryoto: Wisudawan S2 lebih besar

unindra

LiBi Jakarta – Dalam era reformasi dan globalisasi dalam dunia pendidikan dewasa ini,Universitas Indraprasta PGRI besera segenap civitas akademika dihadapkan pada tantangan multidimensional yang salah satunya adalah meluluskan sarjana yang profesional dan kompetitif secara global.

Bertempat di Gedung Sasana Utomo TMII,Jakarta Timur,Sabtu (21/5/) Universitas Indra Prasta PGRI (UNINDRA) kembali mengelar acara wisuda ke 49 di ikuti oleh 1257 peserta, terdiri dari 555 program Sarjana dan 703 untuk program Magister.

“Tahun ini,Unindra PGRI akan mewisuda sebanyak 1.257 wisudawan terdiri dari 555 program strata satu (S1) dan 703 untuk strata dua (S2)nya,” ujar Rektor Universitas Indraprasta PGRI,Prof.Dr.H.Sumaryoto dalam kata sambutannya di Sasana Utomo TMII,Jakarta Timur,Sabtu (21/5/2016).

unin

Saat ini Jumlah mahasiswa yang aktif saat ini mencapai 32ribu lebih dengan jumlah dosen 934 dan berarti ratio 1 :37. Pada hari wisuda kali ini di dominasi S2 dan pada bulan September 2016 nanti

Menurut Rektor,menghadapi tantangan era globalisasi sangat diperlukan dan harus adanya peningkatan sumber daya manusia di segala bidang.”Untuk itu,perlu mendapatkan prioritas dalam penanganannya. Saat ini Unindra tengah menghadapi hajat besar yaitu AIPT, Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi dan sedikit mundur hingga 2018. Kami targetkan 2018 bisa menyelesaikan AIPT walaupun di berikan tenggat waktu hingga 2019, ini di karenakan gedung baru yang masih belum selesai karena kendala Izin Mendirikan Bangunan (IMB) selama dua tahun,” ungkap Prof. Dr. H. Sumaryoto.

Sumaryoto berharap,lulusan sarjana dari Unindra PGRI dapat menghayati benar tugas dan kewajibannya dengan profesional dan penuh dedikasi serta tanggungjawab dalam melaksanakan tugas.

“Lebih lagi para lulusan wisudawan Unindra PGRI senantiasa dapat menjaga nama baik almamater,” tutur Sumaryoto.

Kedepannya perguruan tinggi semakin berat karena akan menghadapi era informasi dan globlisasi yang siap dihadapi oleh para lulusan sarjana.”Ini merupakan sebagai tantangan dan harus siap dihadapi,” Pungkas Sumaryoto. (rustam)