InaHRS, APHRS, PERKI dan PERDOSSI Ajak Masyarakat Peduli Fibrilasi Atrium

IMG_20160731_083025

LiBi Jakarta – Setelah melakukan kampanye peduli Fibrilasi Atrium selama sepekan (24 Juli-31
Juli), Indonesia Heart Rhythm Society (Ina HRS), Asia Pasific Heart Rhthym Society (APHRS),
Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), Perhimpunan Dokter Spesialis
Syaraf Indonesia (PERDOSSI) hari ini melakukan peringatan acara puncak untuk serukan kepedulian
terhadap FA. Lebih dari seribu orang orang ikut memeriahkan acara yang diwarnai oleh kegiatan fun
bike dan ceramah awam ini di area car free day, depan kantor pusat BRI, Jakarta. Sebelumnya, di
seluruh Indonesia telah diselenggarakan pemeriksaan EKG gratis, Press Conference, TV dan Radio talk show dan Simposium dokter.

FA merupakan suatu kelainan irama jantung dimana sumber listrik jantung yang seharusnya hanya
satu menjadi sangat banyak yaitu antara 450-600 sumber di serambi kiri sehingga mengeluarkan
impuls yang tidak beraturan. Keadaan ini memicu iregularitas laju jantung, bisa lebih cepat atau lebih lambat, darah di jantung khususnya pada serambi kiri mengalami stasis (berputar-putar dan melambat) sehingga menyebabkan terjadinya penggumpalan dan jika gumpalan darah keluar dari jantung dan sampai pada pembuluh otak akan menyebabkan terjadinya stroke. Apabila gumpalan darah yang terjadi cukup besar, maka dapat mengakibatkan kecacatan yang parah. Selain stroke, FA dapat menimbulkan gagal jantung dan serangan jantung.

Ketua Panitia Atrial Fibrillation Campaign di Indonesia dan Ketua InaHRS, Dr.dr. Yoga Yuniadi, SpJP(K) mengatakan, “Melalui rangkaian kegiatan kampanye peduli FA kali ini, kami berharap masyarakat dan dokter memahami FA dan dengan demikian dapat terhindar dari stroke, gagal jantung dan
serangan jantung. Keseluruhan kampanye bertujuan untuk mengedukasi sehingga masyarakat dapat mengenali gejala dan terapi yang dilakukan terhadap FA.

Dr. dr.Ismoyo Sunu, SpJP(K), FIHA, FasCC, Ketua PP-PERKI pada kesempatan yang sama mengemukakan, “FA masih terdengar asing di telinga masyarakat, maka dari itu organisasi profesi seperti PERKI memiliki kewajiban dan komitmen kuat untuk mengedukasi masyarakat mengenai FA.

Masyarakat diminta mewaspadai gejala-gejala FA, yaitu cepat lelah, irama jantung tak teratur, sesak nafas, berdebar, kesulitan mengerjakan pekerjaan sehari-hari, rasa nyeri, dada tertekan dan seperti diikat, pusing, rasa mengambang dan berputar hingga pingsan dan buang air kencing semakin sering.”Kampanye Kepedulian FA ini merupakan pertama kali yang dilakukan oleh negara anggota APHRS.

Negara yang berpartisipasi dalam Kampanye Kepedulian FA yaitu Australia dan New Zealand,
Hongkong, India, Pakistan, Jepang, Thailand, Malaysia, Republik Rakyat Tiongkok, Indonesia, Korea,
Filipina, Singapura, Taiwan serta Vietnam.