Ribuan Karyawan Bank Ekonomi Ancam Mogok Kerja

img_20161013_141732

LiBi Jakakarta – Ribuan Karyawan PT Bank Ekonomi Raharja mengancam melakukan mogok kerja bila tuntutan mereka tidak dipenuhi oleh pihak manajemen Bank HSBC. Aksi mogok nasional akan dilaksanakan pada 27 hingga 28 Oktober 2016 yang melibatkan1.950 karyawan yang tersebar di 99 kantor cabang di 29 kota di Indonesia.

Mereka pun mendesak agar pemerintah dalam hal ini Bank Indonesia ataupun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turun tangan menyelesaikan masalah ini.

“Tuntutan dari aksi ini adalah Pertama, agar proses integrasi bisnis dilakukan tanpa diskriminasi. Kedua, agar manajemen PT Bank Ekonomi Raharja Tbk membuka ruang perundingan dengan SP Bersatu. Selain itu, mereka menuntut agar proses integrasi ditunda sampai adanya kesepakatan mengenai ketenagakerjaan yang menyeluruh antara manajamen & SP Bersatu,” kata Saeful Tavip, Presiden Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia, di kantor pengacara Hotman Paris, Kelapa Gading, Kamis (13/10/2016).

Menurut Saeful karyawan Bank Ekonomi Raharja yang di bawah kepemilikan HSBC Group diperlakukan secara diskriminatif, baik hak dan karir. Namun sebaliknya karyawan HSBC kantor cabang Indonesia diberikan dan struktur organisasi di dominasi oleh karyawan HSBC.

“Kami juga mendesak kepada Presiden Jokowi, Otoritas Jasa Keuangan, Kemenaker untuk memantau, mengawasi dan mengawal proses integrasi guna memastikan agar prosesnya berjalan secara transparan dan adil,” ujar Saeful.

Sementara itu, Hotman Paris selaku kuasa hukum Serikat Pekerja Bank Ekonomi memberikan peringatan kepada manajemen untuk memperhatikan hak-hak para karyawannya, meski nanti Bank Ekonomi Raharja akan diintegrasikan dengan HSBC

Menurut Hotman saat ini cara paling tepat adalah, proses penggabungan antara Bank HSBC dan Bank Ekonomi ditunda terlebih dahulu.

“Tenaga kerja Indonesia diperlakukan tidak adil oleh perusahaan asing. Itu berarti, perusahaan tersebut tidak menghormati wibawa OJK dan Kementerian Tenaga Kerja” ujar Hotman. (hdt)