Tahun Depan, IHSG Diperkirakan di Kisaran 5.900 Poin

Tahun Depan, IHSG Diperkirakan di Kisaran 5.900 Poin

bursa efek1

LiBi Jakarta – Bahana Securities memangkas target indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2016 ini menjadi di level 5.200 poin dari sebelumnya 5.600 poin.

“Dengan melemahnya nilai tukar, perkiraan IHSG pun tidak luput dari koreksi ke bawah. Tadinya Bahana memperkirakan indeks akan berada pada level 5.600 pada akhir tahun ini, namun karena kegaduhan dipasar global dan situasi politik yang masih menghantui pasar domestik, indeks mungkin hanya akan berada dikisaran 5.200 poin,” papar Kepala Riset dan Kebijakan Strategis Bahana Securities, Harry Su dalam kajiannya yang diterima di Jakarta, Senin (21/11/2016).

Sementara untuk tahun 2017 mendatang, ia mengemukakan, indeks BEI diperkirakan hanya akan berada di kisaran 5.900 poin. Angka itu juga dipangkas, sebelumnya Bahana meyakini indeks akan ke kisaran 6.600 poin.

Untuk menahan sentimen eksternal itu, menurut dia, Indonesia diharapkan dapat menjaga konsumsi rumah tangga karena masih menjadi motor penggerak utama perekonomian di dalam negeri.

“Sebenarnya Indonesia sudah memiliki pondasi yang kuat dengan ekonomi yang tumbuh stabil 5 persen, saat ekonomi negara-negara lain masih lesu. Sehingga meskipun nantinya Trump merealisasikan janji kampanyenya yang akan lebih melindungi produksi dalam negeri AS, Indonesia masih bisa tumbuh dari konsumsi rumah tangga,” katanya.

Apalagi, menurut Harry Su, kalau pemerintah bisa fokus membenahi serapan anggaran khususnya untuk infrastruktur, maka dua hal itu sudah bisa menjadi senjata pamungkas atas kekhawatiran pasar pasca kemenangan Donald Trump dalam pemilu presiden AS lalu.

Di sisi lain, lanjut dia, keamanan politik juga tidak bisa diabaikan, pemerintah harus bisa menciptakan iklim politik yang kondusif untuk membuat investor kembali percaya berinvestasi di Indonesia.

“Bagi investor asing, kestabilan politik menjadi isu penting dalam melakukan investasi,” katanya.

Harry Su menambahkan bahwa reformasi pajak masih harus terus dilanjutkan untuk menurunkan “corporate tax rate”, sehingga Indonesia bisa lebih kompetitif dibanding Singapura.

Saat ini, lanjut dia, “corporate tax rate” Indonesia sekitar 25 persen, dengan reformasi pajak, diharapkan level ini bisa turun ke kisaran 17-18 persen, sehingga meskipun nominalnya turun, namun akan tumbuh dari sisi volume, yang pada akhirnya penerimaan pajak tetap akan naik. (ant/lb)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply