2017, Investasi Emas Belum Menjanjikan

2017, Investasi Emas Belum Menjanjikan

emasLintas Bisnis.com Jakarta – Harga emas masih terpuruk, sementara rupiah mulai menguat terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS). Kombinasi keduanya menekan kinerja harga logam mulia yang saat ini berkutat di angka Rp501 ribu per gram.

“Harga emas kita saat ini sudah terkoreksi sekitar Rp18.000 per gram dibandingkan posisi satu hingga dua minggu kemarin,” kata pengamat ekonomi Gunawan Benjamin di Medan, Senin (12/12/2016).

Gunawan mengatakan bahwa saat ini terjadi pelemahan harga emas dunia yang bertengger di kisaran US$1.170 per troy ons dan terdapat penguatan rupiah dari posisi sekitar sepekan lalu di kisaran Rp13.500 an menjadi di kisaran Rp13.318 per dolar AS. Ia memprediksi tekanan terhadap harga emas belum akan meredup hingga akhir tahun 2016 ini.

“Bulan Desember ini ada peluang di mana harga emas sangat berpotensi mengalami koreksi seiring dengan kemungkinan bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga acuannya. Secara keseluruhan emas masih kalah menarik dibandingkan dengan US Dolar. Walau demikian memang bukan seterusnya harga emas akan terpuruk dalam jangka panjang,” ujarnya.

Ia meyakinkan bahwa dalam momen tertentu harga emas memiliki peluang untuk kembali rebound atau mengalami kenaikan. Namun, imbuhnya, jika Trump benar-benar merealisasikan semua janji-janji saat kampanye maka harga emas berpeluang turun dalam jangka panjang.

“Meskipun pelaku pasar juga tidak begitu yakin 100% semua janji kampanye Trump direalisasikan, namun secara keseluruhan emas tetap memiliki peluang untuk membentuk tren turun dan kenaikan harga emas tetap berpeluang terjadi meskipun dalam volatilitas jangka pendek semata. Hal inilah yang menjadi sinyalemen kuat di mana emas belum menarik diinvestasikan dalam jangka panjang,” ujarnya.

Dianjurkan, masyarakat bijak jika ingin berinvestasi di emas sebab banyak kemungkinan di mana emas masih sangat berpeluang turun atau mungkin stuck dalam angka tertentu untuk waktu yang cukup lama. Ia mengimbau masyarakat mencari instrumen lain terlebih dahuu yang lebih menjanjikan.

Sejumlah proyeksi terhadap logam mulia sejauh ini, tegasnya, masih memandang emas sebagai instrumen yang kurang menjanjikan di tahun 2017 mendatang.

“Kecuali nantinya ada kejutan terkait kebijakan atau permintaan tertentu yang bisa mengubah ekspektasi emas di tahun depan, namun sejauh ini ekspektasi terkait logam mulia tersebut masih minim sekali, khususnya ekspektasi terkait dengan pemulihan harga emas itu sendiri,” pungkasnya. (we/lb)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply