Ketua Komisi VI DPR-RI Sambangi Binaan PNM Mekaar di Cilincing Kalibaru

IMG-20170307-WA0048

Lintas Bosnia. com Jakarta – Teguh Juwarno Ketua komisi VI DPR-RI melakukan kunjungan kepada nasabah Membina Keluarga Sejahtera (Mekaar) yang bertempat di Kali Baru, Jakarta Utara.

Ketua komisi VI DPR-RI, Teguh Juwarno menilai program Mekaar dari PNM ini merupakan program yang sangat tepat dan bagus dalam membina dan memberdayakan masyarakat di Indonesia. Kunjungan kali ini bermaksud melihat langsung aktivitas program PNM Mekaar dalam memberdayakan potensi perempuan pra-sejahtera produktif untuk dapat berkembang dalam menjalani usahanya guna pemenuhan kebutuhan keluarga sehari-hari.

”Dengan pemberian modal usaha sebesar 2 juta rupiah, kemudian melatih mereka dengan menciptakan etos kerja yang jujur, disiplin, kerja keras, dan dan tanggungjawab bersama. ini yang tidak dilakukan beberapa perusahaan-perusahaan lain,” ujar Teguh di sela diskusi singkat di pemukiman kali baru, Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (7/3).

Sampai saat ini, lanjut Teguh, sudah lebih dari 550 ribu ibu rumah tangga pra-sejahtera produktif yang sudah mendapatkan manfaat program Mekaar. PNM mendapat amanat dari Menteri BUMN untuk dapat menjangkau 2 juta ibu rumah tangga pra-sejahtera produktif, jika sampai akhir 2017 berhasil, maka akan lebih banyak lagi manfaat yang didapatkan masyarakat.”Model pemberdayaan Mekaar ini sudah bagus sekali,” tambah Teguh.

Direktur Utama PNM, Parman Nataatmadja, menjelaskan tujuan dari program Mekaar sendiri ialah untuk memberikan kesejahteraan, dalam bentuk pinjaman berupa uang tunai, yang digunakan masyarakat, khususnya perempuan kurang mampu untuk menjalankan suatu usaha.

“Ini salah satu bentuk revolusi mental, bagaimana kita mengubah mereka menjadi, disiplin, kerja keras, toleransi, kerja sama dan menabung. Kan usaha itu kalau mau maju harus disiplin dulu. Jadi ini bisa untuk ibu-ibu sedang yang menjalankan usaha dan ibu yang menganggur,” kata dia.

Lebih lanjut ia mengatakan, hingga saat ini lebih dari 4.500 peserta aktif yang mengikuti program Mekaar di wilayah Cilincing, Jakarta Utara. Sementara, untuk seluruh Indonesia telah ada lebih dari 550 ribu nasabah aktif yang mengikuti program ini.”Kalau untuk target akhir tahun 2017 ini, kita 2 juta nasabah. Semoga mereka semakin sejahtera dan makin maju dengan adanya bantuan ini,” tambah Parman.

Parman menambahkan, program ini sendiri merupakan bantuan pinjaman kepada masyarakat, khususnya perempuan kelas bawah. Pinjaman yang diberikan sebesar Rp 2 juta dengan jangka waktu pengembalian yang beragam, mulai dari 25 minggu, dengan membayar Rp 90.000 setiap minggunya. Dan angsuran selama 50 minggu, dengan membayar Rp 50 ribu setiap minggunya.

“Syaratnya ikut aturan, termasuk punya kelompok prasejahtera. Kedua sudah punya usaha, pernah berusaha tapi sedang bangkrut, atau yang akan berusaha. Lalu yang ketiga disetujui anggota lain. Nanti satu kelompok minimal 10 orang, ekonominya tidak terlalu jauh, secara tempat ringgal kuga tidak terlalu jauh. Kita datangi langsung dan menawari ke mereka. Jadi kami jemput bola,” jelas Parman. (hdt)