Dengan Program Mekaar, PNM Bangun Ekonomi Kerakyatan

Dengan Program Mekaar, PNM Bangun Ekonomi Kerakyatan

IMG_20170610_043536

Lintas Bisnis.com Jakarta – PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau yang disingkat PNM mengadakan kegiatan buka puasa bersama media di Restoran Grand Duck King, Grand Indonesia Shopping, Jakarta Pusat (9/6). Kegiatan yang dihadiri oleh beragam media cetak, online dan TV berlangsung meriah dengan diawali dengan diskusi bertemakan “Pembangunan Ekonomi Kerakyatan Melalui Program PNM.

Diskusi menghadirkan Parman Nataatmadja, Direktur Utama PNM; Rofikoh Rokhim, Dosen Tetap Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia; dan Ardi Sutedja, Chairman and Founder Indonesia Cyber Security Forum (ICSF).

Parman Nataatmadja mengatakan,”PNM memiliki dua layanan yang bertujuan untuk memajukan ekonomi kerakyatan, yaitu Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) dan Membina Ekonomi Kerluarga Sejahtera (Mekaar). Kedua layanan tersebut memberikan pembiayaan serta pembimbingan usaha kepada pelaku Usaha, Mikro dan Kecil (UMK) dan perempuan prasejahtera”.

“PNM berkomitmen untuk memperluas jaringan layanan hingga dapat hadir diseluruh pelosok Indonesia. Saat ini PNM telah hadir di 3.500 kecamatan di 32 provinsi Indonesia,” ujar Parman

Sejalan dengan pemaparan Parman Nataatmadja, Rofikoh Rokhim menyatakan, “PNM melalui layanan Mekaar memberikan pembiayaan kepada kelompok perempuan prasejahtera, yang merupakan pelaku usaha ultra mikro. Hal ini yang menjadi keunikan PNM karena memberikan kesempatan kepada segment yang kerap kali sulit mendapatkan akses keuangan”.

Layanan PNM Mekaar diluncurkan pada November 2015, saat ini telah memiliki 639 cabang PNM Mekaar dan melayani 834,711 nasabah di seluruh Indonesia.
Layanan kepada Nasabah PNM ULaMM akan terus ditingkatkan dengan menerapkan sistem Otomasi yang merupakan teknologi informasi yang akan mempercepat proses pendataan nasabah hingga pada proses pencairan dana pembiayaan nasabah.

Sebelumnya petugas ULaMM masih melalukan pendataan secara manual melalui komputer yang ada di kantor, kini petugas ULaMM dapat langsung melakukan pendataan langsung di lokasi nasabah berada.

Menurut Ardi Sutedja, Chairman and Founder Indonesia Cyber Security Forum (ICSF) mengungkapkan, ”Mengedepankan fungsi tehnologi untuk pemutakhiran proses dan tujuan usaha/bisnis. Sekto Keuangan kini sudah menyadari potensi2 tehnologi untuk mengintegrasikan dan menyederhanakan seluruh proses bisnis”.

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply