Lima Kementerian Bersinergi Wujudkan Pembiayaan Ultra Mikro

IMG_20170814_165815-738x514-295x205

Lintas Bisnis.com Bogor – Lima Kementerian wujudkan sinergisitas antara lain Kementerian Keuangan, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Sosial, Kementerian Kelautan Perikanan dan Kementerian Komunikasi Informatika meluncurkan Pembiayaan Ultra Mikro (UMI) salah satunya melalui fasilitas pinjaman kepada pelaku usaha segmen kecil atau ultra mikro.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan program ini untuk masyarakat usaha mikro agar tidak bergantung pada bantuan sosial yang jumlahnya terbatas dan dengan pendampingan ini agar masyarakat dapat diedukasi menjadi usaha bankable.

“Pembiayaan Ultra Mikro dengan segmen Rp 10 juta ke bawah dengan syarat mudah yaitu memiliki Nomor Induk Keuangan, keterangan memiliki usaha dan tidak punya utang pada lembaga keuangan jangan pinjam dengan Bank emok ini sesudah mudah ngasihnya, tapi uangnya enggak gratis, minta pengembalian lebih tinggi dan cepat,” ujar Sri Mulyani di Desa Pasir Angin, Megamendung, Jawa Barat, Senin (14/8/2017).

Dalam kesempatan tersebut, Sri Mulyani juga melakukan teleconference dengan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara yang berada di Cibubur, Jakarta.

Dalam teleconference tersebut Rudiantara mengatakan Untuk mendukung penyebaran dan kemudahan dalam mengakses program pilot projeck ini serta pendampingannya dibutuhkan teknologi informasi dan komunikas.

“Komitmen Menteri Komunikasi dan lnformatika tentu saja sejalan dengan sasaran program ini untuk usaha ultra mikro yang sangat besar, mencapai lebih dari 44 juta usaha atau sekltar 72.1% darl jumlah UMKM secara nasional,” kata Rudiantara.

Kementerian Komunikasi dan lnformatlka telah dan akan terus menyediakan lnfrastruktur komunikasi dan ekosistem yang menjangkau wilayah tertinggal terpencil, dan terluar (3T) serta wilayah-wilayah yang berbatasan langsung dengan negara lain sehingg mempermudah lembaga keuangan, serta masyarakat dapat memanfaatkan teknologi tersebut sebagai sarana mendekatkan jarak ke sumber dana dapat terwujud.

Sementara itu Bupati Bogor Nurhayanti mengatakan untuk saat ini jumlah pelaku usaha mikro di Kabupaten Bogor mencapai 707 ribu dari total 5,6 juta penduduk kabupaten Bogor.

“Dengan melalui program ini menjadi solusi dan menjadi pendampingan untuk menjadi program bergulir. Saya sebagai Bupati siap memberikan pendampingan dalam pilot project ini,” ujar Nurhayati.