Askrindo Lakukan Penutupan Asuransi Aset Produksi Tambahan Milik Pelindo I

Askrindo Lakukan Penutupan Asuransi Aset Produksi Tambahan Milik Pelindo I
Direktur Utama Askrindo, Asmawi Syam (kiri) bersama Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan (KSPP) Kementerian BUMN, Ahmad Bambang (tengah) dan Direktur Utama Pelindo I, Bambang Eka Cahyana (kanan) usai menandatangani Head of Agreement tentang kerjasama penutupan asuransi aset produksi tambahan di Kementerian BUMN

caption :
Direktur Utama Askrindo, Asmawi Syam (kiri) bersama Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan (KSPP) Kementerian BUMN, Ahmad Bambang (tengah) dan Direktur Utama Pelindo I, Bambang Eka Cahyana (kanan) usai menandatangani Head of Agreement tentang kerjasama penutupan asuransi aset produksi tambahan di Kementerian BUMN

Lintas Bisnis.com Jakarta – Menindaklanjuti Rakor BUMN di Bengkulu beberapa hari lalu, PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) atau Askrindo dan PT Pelindo I melakukan sinergi BUMN. Sinergi tersebut diwujudkan melalui penandatanganan perjanjian kerjasama dan kesepakatan utama (Head Of Agreement) antara Askrindo dan Pelindo I serta BUMN lainnya di Kementerian BUMN pada Rabu, (29/11).

Direktur Utama Askrindo, Asmawi Syam mengatakan penandatanganan kerjasama ini merupakan wujud sinergi antar BUMN khususnya Askrindo dan Pelindo I. Perjanjian yang ditandatangani adalah kerjasama penutupan asuransi aset produksi tambahan.

“Askrindo nantinya akan melakukan penutupan pertanggungan atas aset-aset di pelabuhan yang dimilki Pelindo I, serta kedepan kita akan melakukan banyak kerjasama dalam hal Asuransi untuk Pelindo I, karena saat ini Pelindo I tengah banyak melakukan proyek proyek besar milik negara,” ujar Asmawi.

Direktur Utama Pelindo I Bambang Eka Cahyana menjelaskan, kerjasama Pelindo I dengan BUMN Asuransi adalah terkait dengan penanggungan risiko aset-aset Pelindo I. “Aset aset kita nantinya akan di tanggung risikonya oleh perusahaan Asuransi contohnya saat melakukan pengembangan pelabuhan, mulai dari pembangunan konstruksi hingga operasional nantinya akan di asuransi-kan” jelas Bambang.

Pelindo I telah membelanjakan dana sebesar Rp 18 triliun untuk periode 2015 hingga 2017 untuk pengerjaan sejumlah proyek diantaranya pembangunan terminal peti kemas Belawan senilai Rp 6 triliun yang akan dikerjakan dalam dua tahap. Perseroan juga akan mengembangkan terminal multipurpose di pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatera Utara dengan nilai investasi Rp 4 triliun.

Asmawi menjelaskan, Askrindo merupakan perusahaan asuransi yang sangat besar, untuk itu, Askrindo tidak hanya melakukan asuransi kredit saja akan tetapi Askrindo juga memiliki beberapa produk yang dapat menanggung risiko untuk proyek-proyek pembangunan konstruksi.

“Untuk Pelindo I nantinya kita akan menutup pertanggungan atas proyek pembangunan mereka, contohnya nanti mereka akan membangun pelabuhan, Askrindo yang akan meng-cover risikonya yang mana masuk kedalam salah satu produk Askrindo yaitu Asuransi kontraktor atau Contractor All Risks Insurance,”ujar Asmawi.

Dia juga menjelaskan, produk Asuransi Kontraktor milik Askrindo yaitu asuransi yang menanggung risiko atas kerusakan atau kerugian objek yang dipertanggungkan pada saat pelaksanaan pembangunan atau pemasangan konstruksi dan selama masa pemeliharaan karena beberapa hal antara lain, kerusakan material serta tanggung jawab terhadap pihak ketiga apabila terjadi hal yang tidak diinginkan. (iqbl)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply