Jalin PKS dengan JMA Syariah, Askrindo Syariah Bidik Potensi Pembiayaan Rp 60M

Jalin PKS dengan JMA Syariah, Askrindo Syariah Bidik Potensi Pembiayaan Rp 60M
Caption : Direktur Utama Askrindo Syariah Soegiharto (tengah kanan) dan Direktur Utama PT JMA Syariah Ibrahim (kedua kiri) melakukan penandatanganan PKS Penjaminan dan Asuransi bersama didampingi Senior Executive Vice President Askrindo Syariah Supardi Najamuddin (kedua kanan), Direktur Keuangan Askrindo Syariah Subagio Istiarno (kanan) dan Direktur Pemasaran PT JMA Syariah Basuki Agus (kiri) di Jakarta, Selasa (10/4).

Lintas Bisnis.com Jakarta – PT Jaminan Pembiayaan Askrindo Syariah atau Askrindo Syariah menjalin kerjasama dengan PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk atau JMA Syariah tentang penjaminan dan asuransi bersama berdasaran prinsip syariah di Jakarta, Selasa (10/4).

Penandatanganan kerjasama ini dilakukan langsung oleh Direktur Utama Askrindo Syariah Soegiharto dan Direktur Utrama PT JMA Syariah Ibrahim yang didampingi oleh Direktur Keuangan Askrindo Syariah Subagio Istiarno, Senior Executive Vice President Askrindo Syariah Supardi Najamuddin dan Direktur Pemasaran PT JMA Syariah Basuki Agus.

Direktur Utama Askrindo Syariah Soegiharto menyambut baik kerjasama pertama yang dilakukan kedua perusahaan ini. “Kerjasama ini sangat baik untuk kedua belah pihak khususnya untuk Askrindo Syariah karena saat ini kita bekerjasama dengan perusahaan asuransi jiwa syariah pertama yang telah go public,” ujarnya.

IMG-20180411-WA0007-310x206

Soegiharto memaparkan, Askrindo Syariah membidik potensi pembiayaan dari JMA Syariah sebesar Rp.60M selama tahun 2018 ini. “Kita melihat potensi bisnis JMA Syariah ini sangat bagus karena rata rata pembiayaan yang mereka salurkan itu BPRS dan BMT dan itu sejalan dengan kita karena kita juga tengah menguatkan mitra mitra kita khususnya ke BPRS ,” jelasnya.

Dirinya juga menyampaikan, saat ini tren bisnis Askrindo Syariah khususnya selama tiga bulan pertama ini mengalami tren yang sangat bagus sebagai tolak ukurnya, Askrindo Syariah telah menjamin pembiayaan (kafalah) sebesar Rp.15 Triliun.

“Dengan nominal tersebut itu bertambah sekitar Rp.1,2 Triliun dibandingkan realisasi akhir tahun 2017 yang sebesar Rp.14Triliun, Sementara, jika dihitung secara year on year(yoy) naik 25% dari sebelumnya Rp 12 triliun,” ungkap Soegiharto.

Sampai akhir 2018, Askrindo Syariah menargetkan bisa menjamin pembiayaan sebesar Rp 18 triliun. Tak hanya memperkuat kerjasama dengan perbankan syariah nasional, Askrindo Syariah juga memperkuat kerjasama dengan perbankan syariah di daerah serta melakukan serangkaian kerjasama dengan berbagai industri keuangan lainnya.

Sementara itu, untuk meningkatkan kepuasan terhadap nasabah nasabahnya, saat ini Askrindo Syariah akan berupaya melakukan one stop service untuk melayani seluruh kebutuhan nasabah dengan melakukanbundling product. Demikian pulacrossing product untuk saling bersinergi baik penjaminan pembiayaan, transaksi perdagangan dan lain-lain.

Selain itu, untuk meningkatkan kinerja perusahaan, pada akhir tahun lalu manajemen Askrindo Syariah meningkatkan status 5 outlet menjadi kantor cabang yang berada di kota Medan, Makassar, Palembang, Surabaya dan Semarang.

“Sebelumnya kami memiliki tiga kantor cabang dan saat ini kita memiliki delapan kantor cabang dari 29 outlet yang tersebar di Indonesia, dengan begitu layanan akan semakin menyebar secara merata,” ujarnya.

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply