Asphurindo Dukung Kemenag Kembangkan Aplikasi SiPatuh

Asphurindo Dukung Kemenag Kembangkan Aplikasi SiPatuh

Lintas Bisnis.com Jakarta – Asosiasi Penyelenggara Haji, Umroh dan Inbound Indonesia (Asphurindo) mendukung langkah Kementerian Agama (Kemenag) dalam mengembangkan aplikasi Sistem Informasi Pengawasan Terpadu Umrah dan Haji (SiPatuh).

Dikeluarkannya PMA No. 8 Tahun 2018, pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) konsisten menunjukkan keseriusannya dalam melindungi calon jamaah dengan juga mengembangkan aplikasi Sistem Informasi Pengawasan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (SIPATUH).

Kasubdit Pemantauan Pengawasan Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama, Widodo mengatakan PMA No.8 Tahun 2018, pemerintah mengatur regulasi dan penyempurnaan agar dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat.

“Disamping juga melakukan pengaturan bagaimana Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) melaksanakan peran dan fungsinya dalam proses pelayanan masyarakat dengan baik sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak sesuai sebagaimana diatur dalam PMA No.8 Tahun 2018 tersebut,” ujar Widodo di sela acara Sosialisasi PMA No.8 Tahun 2018 & SIPATUH” di Graha Jalapuspita, Jakarta, Selasa, (10/4/2018).

Widodo menambahkan “dari aspek pelayanannya, administrasinya secara tertib, mengingat pola yang diterapkan dalam Sipatuh ini adalah dari awal hingga akhir.

“Dari mulai proses pendaftaran jamaah sampai penyelenggaraannya, secara administrasi ditata baik oleh PPIU, sampai dengan juga mereka sekembalinya ke Tanah Air terpantau oleh kita,” jelasnya.

Sementara itu Ketua Umum Asphurindo, Syam Resfiadi menyatakan langkah pemerintah dalam membuat peraturan mengenai penyelenggaraan umrah telah ditetapkan dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri Agama (PMA) No.8 Tahun 2018 pada 13 Maret 2018 menggantikan PMA No. 18 Tahun 2015 di nilai sudah tepat karena akan dapat membangun kepercayaan umat dalam menjalankan ibadah umrah,.

“Dalam rangka menjalankan aturan-aturan PMA pun mereka harus tahu bagaimana menyelesaikannya, dan akan terjadi seleksi alam, kami tidak ingin anggota kami gugur karena ketidaktahuan akan adanya PMA ini, itu yang akan menyebabkan otomatis mereka gugur dalam seleksi alam,” jelas Syam.

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply