Senin Pagi Rupaih di Buka Rp14.175/USD

Senin Pagi Rupaih di Buka Rp14.175/USD

Lintas Bisnis.com Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Senin pagi atau di awal pekan terpantau terhempas ke zona negatif dibandingkan dengan perdagangan sore di akhir pekan sebelumnya di posisi Rp14.058 per USD. Menguatnya imbal hasil surat utang Pemerintah AS masih memberikan kekuatan bagi USD untuk menekan gerak nilai tukar rupiah.

Mengutip Bloomberg, Senin, 21 Mei 2018, nilai tukar rupiah perdagangan pagi dibuka melemah ke Rp14.175 per USD. Sedangkan day range nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp14.175 per USD dengan year to date return di minus 4,43 persen. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.953 per USD.

Sementara itu, Samuel Research Team menyebut, dari dalam negeri, indeks melemah 0,56 persen ke level 5.783,3 di tengah hijaunya mayoritas bursa Asia Pasifik dan lemahnya bursa Eropa. Samuel Research Team melihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpeluang melemah seiring lemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD).

‘Bahkan, pelemahan rupiah di pasar spot lebih dalam lagi, menjadi Rp14.156 per USD. Pelemahan EIDO serta minimnya katalis positif dari global dan domestik juga berpotensi menekan pergerakan IHSG hari ini,’ sebut Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya.

Di sisi lain, saham-saham di Wall Street bervariasi pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB). Kondisi itu terjadi di tengah langkah para investor mencerna laporan laba perusahaan terbaru serta pembicaraan perdagangan yang sedang berlangsung antara Tiongkok dan Amerika Serikat.

Indeks Dow Jones Industrial Average sedikit bertambah 1,11 poin, sebagian besar tidak berubah, menjadi ditutup di 24.715,09 poin. Indeks S&P 500 merosot 7,16 poin atau 0,26 persen menjadi berakhir di 2.712,97 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup turun 28,13 poin atau 0,38 persen menjadi 7.354,34 poin.

Secara keseluruhan, ketiga indeks saham utama AS membukukan kerugian mingguan karena pasar bereaksi terhadap laporan dari pertemuan perdagangan AS-Tiongkok, meningkatnya imbal hasil obligasi Pemerintah AS dan kenaikan harga minyak. Harga minyak dunia lebih rendah pada penutupan perdagangan Jumat.

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply