Ramayana Alami Penurunan Pendapatan, Berdampak Tutup Tiga Toko

Ramayana Alami Penurunan Pendapatan, Berdampak Tutup Tiga Toko

Lintas Bisnis.com Jakarta – Di 2017, PT Ramayana Lestari Sentosa, Tbk.(Perseroan) mencatat, penurunan pendapatan sebesar 4,0% dari Rp 5,86 trilyun pada tahun 2016 menjadi Rp 5,62 trilyun pada tahun 2017. Kontribusi pendapatan terbesar selama tahun 2017 diperoleh dalam kuartal ke-2, dimana terdapat penjualan lebaran.

Laba kotor yang dicapai selama tahun 2017 adalah Rp 2,21 trilyun naik 0,4% dari Rp 2,20 trilyun ditahun 2016. Marjin laba kotor tahun 2017 adalah 27,2%, naik dibandingkan marjin laba kotor tahun 2016 yang sebesar 26,7%.

Laba bersih turun dari Rp 408,5 milyar menjadi Rp 406,6 milyar atau turun 0,5%, disebabkan terutama oleh menurunnya pendapatan dari unit usaha supermarket.

Ditahun 2017, Ramayana menutup 3 toko yang tidak produktif. Luas kotor toko per tanggal 31 Desember 2017 adalah 983.755 meter persegi.

Direktur Ramayana Lestasi Sentosa, Suryanto mengatakan, tantangan ditahun 2017 ditandai dengan menurunnya penjualan supermarket; tetapi dilain pihak penjualan dari produk fesyen (department store) meningkat dengan marjin keuntungan yang meningkat pula, khususnya pada bagian barang konsinyasi.

“Hal ini merupakan bekal terbesar dalam menyongsong tahun 2018, karena hal ini menunjukkan membaiknya daya beli pelanggan Ramayana,” ujar Suryanto di Jakarta, Sabtu (25/5).

Menurut dia, proses transformasi yang telah dilakukan sejak tahun 2016 juga merupakan modal untuk menangkap peluang penjualan yang cenderung stabil dan meningkat tersebut.

Pengecilan atau penyusutan unit usaha supermarket merupakan strategi perusahaan untuk mengurangi tingkat kerugian dari unit usaha tersebut, dan terbukti cukup berhasil dengan menurunnya biaya operasi secara cukup signifikan.

Dilatarbelakangi oleh pertumbuhan ekonomi yang cukup stabil di wilayah Jabodetabek, pada tahun ini manajemen akan memfokuskan strategi pembukaan toko di daerah industri Jabodetabek dan Jawa. Strategi lain ditahun 2018, pertama, lonsentrasi pada penjualan department store, khususnya dari barang konsinyasi.

Kedua, menambah arus pengunjung toko dengan mengembangkan konsep life style di mall dimana gerai Ramayana berada, dengan bekerjasama dengan pemilik gedung.
Terus mengurangi kerugian dari bisnis supermarket. Selanjutnya, menjaring dan mengembangkan program-program customer loyalty (member card).

“Kami berharap ditahun-tahun mendatang Pemerintah tetap mampu mempertahankan tingkat inflasi, memelihara stabilitas politik dan kondisi keamanan nasional (khususnya dalam masa pilkada dan persiapan pemilu 2019) untuk menjaga dan menarik lebih banyak penanaman modal asing di Indonesia, dan merealisasikan lebih banyak lagi proyek investasi,” jelas Suryanto.

Dengan demikian, lanjut Suryanto, lapangan kerja baru dapat tercipta, sehingga rakyat Indonesia pada umumnya dan Ramayana khususnya akan dapat menjadi lebih baik dikemudian hari. Selain itu membaiknya harga komoditas diharapkan memacu pertumbuhan di daerah luar pulau Jawa.

Pada kesempatan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan kali ini, pemegang saham menyetujui diantaranya pembagian dividen sebesar Rp 40 per saham dengan jumlah total Rp 268,9 miliar, atau setara dengan 66,1% payout ratio atas laba bersih tahun 2017.

Dewan Direksi disempurnakan dengan ditunjuknya Ibu Jane Melinda Tumewu, yang selama ini telah memotori proses transformasi dan modernisasi perusahaan, sebagai Wakil Direktur Utama.

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply