Program The Arryman Symposium Diharapkan Wujudkan Indonesia Lebih Baik

Program The Arryman Symposium Diharapkan Wujudkan Indonesia Lebih Baik

Lintas Bisnis.com Jakarta – Yayasan Beasiswa dan Dukungan Penelitian Indonesia (ISRSF) mengaku, dengan menggelar “The Arryman Symposium” yang diadakan setiap tahun ini, sebagai sarana pemaparan riset para mahasiswa yang telah menyelesaikan ilmunya di Amerika Serikat.

Symposium ini sudah setiap tahun diadakan, bahkan ini sudah memasuki tahun “6th Annual Event” yang dilangsungkan pada 25 Juni 2018 dan beberapa pemerhati politik, Pengusaha, Mahasiswa, Akademisi dan Peneliti turut menghadirinya. Ini sebagai ajang kesempatan untuk memaparkan hasil riset dan kerja keras Arryman Fellows yang telah belajar selama satu tahun di Northwestern University, USA.

Sebagai Ketua dari pendiri yayasan ini sekaligus yang bertanggung jawab untuk program Arryman di Northwestern University, Prof. Jeffrey Winters menyatakan, program ini diharapkan dapat memberikan pembaharuan untuk Indonesia dalam kurun waktu satu dekade kedepan. Karena harapannya para Arryman Scholars akan memberikan pemikiran dan ilmunya baik secara langsung maupun melalui mahasiswa yang dibimbingnya, sehingga proses perubahan ini dapat terus bergulir.

IMG-20180628-WA0065-360x239

“Atas nama Yayasan saya sangat mengapresiasi setinggi-tingginya atas sumbangan pendidikan dari PT Djarum, PT Bank BCA, PT Adaro, The Rajawali Foundation, PT AKR Tbk, dan William Soeryadjaja Foundation, dimana dengan bantuan dana beasiswa dari perusahaan tersebut kami dapat turut serta mewujudkan Generasi Akademisi Terbaik dengan standard Internasional untuk mewujudkan dunia pendidikan dan masa depan Indonesia yang lebih baik,” ujar Jeffrey.

Dalam tahun ini, empat mahasiswa doktoral akan memaparkan makalahnya dengan fokus beberapa tema yang diantaranya yaitu:

Sofyan Ansori
“On the Fingertips of Government: Forest Fires and Shifting Allegiance of State Officials in Indonesia”
Discussant: Semiarto Aji Purwanto, Head of Dept. Anthropology Univ. of Indonesia

Robie Kholilurrahman
“Politics of premature deindustrialization: The case of Indonesia”
Discussant : Rakhmat Syarip, Faculty International Relations, University of Indonesia

Perdana Putri
Disaggregating the State, Discerning Class Formation – A Comparative Historical Analysis of Indonesia’s Transmigration and Malaysia’s Federal Land Development Authority (FELDA)
Discussant : Noer Fauzi Rachman, PhD – Senior Researcher at Sajogyo Institute, Center for Agrarian Studies and Documentation

Muhammad Ridha
“Islamic Hegemony in Post Authoritarian Indonesia”
Discussant : Airlangga Pribadi, Faculty of Political Science at Airlangga University.

Pada hari ini pula diumumkan 6 (enam) Penerima Arryman Fellows Award tahun 2018. Tahun ini adalah tahun terakhir ISRSF merekrut Arryman Fellows dan untuk lima tahun ke depan ISRSF akan memasuki phase pendirian School of Public Policy and Social Science.

Sementara itu, Direktur Eksekutif ISRSF, Dewi Puspasari menyampaikan, salah satu strategi perekrutan Arryman Fellows adalah dengan mengadakan Kompetisi essay. Kompetisi penulisan essay ini sudah diadakan sejak 2014 dan karya dari para pemenang esai tersebut diterbitkan dalam buku 2017 ISRSF Best Essay.

“Dua dari Penerima Arryman Fellowship Award tahun 2018 adalah Pemenang Kompetisi Essay tahun ini. Mengadakan lomba penulisan essay adalah strategi kami untuk menjaring mahasiswa yang berbakat menjadi Scholars. Hasil tulisan pemenang essay akan dipublikasikan menjadi Buku oleh ISRSF” ungkap Dewi.

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply