September Ini, Contemporary Muslim Fashion Siap Tampil di Museum Arts Francisco

September Ini, Contemporary Muslim Fashion Siap Tampil di Museum Arts Francisco

Lintas Bisnis.com Jakarta – Pameran mode muslim (Contemporary Muslim Fashion) berencana akan digelar beberapa hari ke depan. Di Contemporary Muslim Fashion Exhibition merupakan pameran mode muslim pertama yang mengeksplorasi gaya berpakaian wanita muslim yang kompleks dan beragam dari seluruh dunia, baik mereka yang mengenakan hijau sebagai penutup kepala, maupun mereka yang tidak.

Hal itulah yang menarik perhatian media massa di seluruh dunia terhadap kehidupan muslim kontemporer. Selain koleksi busana dari para desainer modest Fashion, pameran ini juga akan menampilkan fotografi video dari sosial media para peminat Fashion yang menggambarkan bahwa modest Fashion menjadi topik pembicaraan yang Viral di sosial media.

Contemporary Muslim Fashions berlangsung dari 22 September 2018 hingga Januari 2019 di De Young Museum, Fine Arts Museum of San Francisco. Pameran ini dikurasi oleh Jill D’Alessandro dan Laura L Camerlengo serta Reina Lewis, Profesor Studi Budaya di London College of Fashion sebagai konsultan kurator. Setelah Museum de Young, pameran Contemporary Muslim Fashion akan kembali digelar di Museum Frankfurt Angewandte Kunst pada 2019.

“Wanita Muslim telah menjadi pengadopsi awal dari setiap aplikasi mode sosial sejak kemunculannya, bagi banyak pengguna modest wear, mode tidak hanya berfungsi sebagai media untuk berbagi gaya pribadi mereka, tetapi juga untuk berdiskusi seputar keagamaan kontemporer dan ketidakadilan sosial dan juga sebagai alat untuk perubahan sosial yang positif,” ujar Kurator Asosiasi Seni Kostum dan Tekstil dari Fine Arts Museum of San Francisco, Senin, (17/9/2018).

Proses keikutsertaan Dian Pelangi dalam pameran ini telah melalui tahap yang cukup panjang. Setelah melalui proses kurasa, Dian Pelangi dan lima label busana muslim Indonesia, yakni Kuantan, Ita gak Yunani, Rani Hatta, Nur Zahra dan IKYK terpilih untuk menampilkan karya mereka dalam pameran Contemporary Muslim Fashion.

Rancangan yang terpilih menunjukkan keragaman dan ciri khas masing-masing designer, begitu pula dengan tiga koleksi busana rancangan Dian Pelangi. Selain koleksi dari label baru Dian Pelangi, KRAMA, dua koleksi lainnya adalah karya Haute Couture “Eredita Srivijaya” untuk Torino Modest Fashion Week dan koleksi ketiga yang akan ditampilkan adalah koleksi Atur realistis yang telah diperagakan pada New York Fashion Week 2017.

Sementara itu, designer Khanaan Shamlan, juga akan ikut tampil di acara Contemporary Muslim Fashion di De Young Artis Museum, San Francisco. Khanaan akan menampilkan koleksi Identity (spring-summer 2016) dan koleksi Ashur (spring summer 2015). Design motif pada kedua koIeksi tersebut terinspirasi dari motf batik tradisional yaitu motif kawung yang memiliki makna melambangkan harapan agar manusia selalu ingat akan asal usulnya, selain motif kawung pada kedua koleksi tersebut khanaan juga mengembangkan design dari motif galaran, galaran adalah nama dari alas tempat tidur yang terbuat dari bambu.

Selain motif tradisional yang dikembangkan, design khanaan juga terinspirasi oleh budaya dunia termasuk pola arsitektur Islam, Indonesia sebagai negara dengan populasi umat Islam terbesar di dunia tentu banyak budaya dan peninggalan sejarah Islam yang dapat dijadikan inspirasi khanaan dalam berkarya.

Adapun, Designer Itang Yunasz di acara Contemporary Muslim Fashion juga menampilkan tiga koleksi yang mengusung tema ‘Tribalux Sumba’. Melalui ketiga karyanya, beliau ingin menyampaikan kecintaannya pada pesona tanah Sumba, Nusa Tenggara Timur.

Kecantikan dan keindahan motif kain tenun Sumba mampu membuat Itang terpaku akan sebuah warisan budaya leluhur. Masing masing kain memiliki motif dengan detail yang mempesona seakan bercerita tentang tradisi. Koleksi ini ditampilkan dalam warna Indigo dan cokelat kopi dan Maroon yang membuatnya hidup.

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply