Curahkan Perhatian, Jendela Dunia Jakarta Sediakan Sekolah Anak Jalanan

Curahkan Perhatian, Jendela Dunia Jakarta Sediakan Sekolah Anak Jalanan

Lintas Bisnis.com Jakarta – Komunitas penggiat Jendela Dunia Jakarta menyediakan sekolah pendidikan bagi anak-anak jalanan. Disediakannya sekolah anak jalanan lebih dikarenakan bentuk panggilan hati terhadap para anak jalanan yang kurang mampu di sekolah umum.

Mayoritas anak-anak dari kalangan keluarga kurang mampu itu mendapatkan pelajaran seperti layaknya sekolah umum, mulai dari Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, serta materi umum lainnya.

Seperti sejumlah anak-anak di kawasan Cipete, Jakarta Selatan antusias untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar yang diadakan oleh komunitas Jendela Dunia Jakarta. Mereka tetap hadir tak mengindahkan hujan yang turun.

Anak-anak tersebut hadir setiap hari Sabtu dalam dua pekan sekali demi mendapatkan berbagai pelajaran dari para relawan atau volunteer yang dengan sukarela mengajar disaat kebanyakan orang menikmati akhir pekan.

Jadi, Jendela Dunia telah mengadakan sekolah sederhana yang konsen memberikan pendidikan bagi anak jalanan dan kurang mampu itu sejak 2014, hingga saat ini sebanyak 120 orang anak telah bergabung.

“Dari 120 anak itu yang telah kami sekolahkan di sekolah umum ada sebanyak 40 anak,” terang Desty Aprilla S.Pd, salah seorang pendiri Jendela Dunia Jakarta ditemui saat peresmian Sekolah Bersama Jendela Dunia, Sabtu (5/1/2019).

Ia juga mengatakan, dengan diresmikannya Sekolah Bersama ini sangat membantu dalam kegiatan belajar mengajar yang semula berpindah-pindah lokasi dan mengandalkan cuaca karena berada di tempat terbuka.

“Sebelum ada kelas bersama ini, kami lakukan kegiatan belajar mengajar di lapangan yang kalau panas kepanasan dan kalau hujan ya kehujanan,” tuturnya.

Sekolah Bersama Jendela Dunia Jakarta berada di atas lahan milik warga dengan menyewa tiga petak rumah kontrakan di kawasan Cipete, Jakarta Selatan untuk dibagi menjadi tiga ruang kelas.

“Ada tiga ruang dibagi menjadi enam kelas belajar, kelas 4,5,6 SD, lalu 7,8,9 SMP dan juga ada pendidikan anak usia dini untuk belajar baca, tulis dan hitung,” tambah wanita yang akrab disapa bunda Lia itu.

Mengenai kendala dalam menyenggarakan kegiatan belajar, Szheroose, yang juga menjadi pendiri Jendela Dunia Jakarta mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih kekurangan tenaga pengajar dari relawan.

“Volunteer yang terdaftar hingga saat ini ada 30 orang, dan kami masih membuka kepada siapapun yang ingin bergabung menjadi tenaga pengajar. Kriterianya yang penting berusia 18 tahun ke atas dan memiliki komitmen untuk membantu anak-anak dalam belajar,” pungkas dara cantik yang berprofesi sebagai model itu.

Ze, sapaan akrabnya, juga mengungkapkan bahwa para volunteer yang bergabung itu tidak di gaji atau dengan sukarela mengajar anak-anak.

Jendela Dunia Jakarta terbentuk atas inisiatif Lia dan Ze bersama empat orang pengurus inti lainnya yang melihat masih minimnya perhatian terhadap pendidikan bagi anak-anak jalanan dan kalangan kurang mampu.

Untuk tahun 2019 ini, Jendela Dunia Jakarta telah merencanakan sejumlah program, di antaranya, beasiswa untuk anak-anak berprestasi, program persiapan bagi yang akan menghadapi ujian nasional, dan penyuluhan kesehatan, serta program lainnya.

Sebagai informasi, Jendela Dunia Jakarta masih terus membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin bergabung menjadi volunteer atau memberikan donasi dalam membantu kegiatan belajar mengajar melalui Instagram @Jendela_DuniaJKT.

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply