Penyanyi Mia Ismi dan Kiel Dharmawel Rubah Penampilan Dengan Gaya Baru

Penyanyi Mia Ismi dan Kiel Dharmawel Rubah Penampilan Dengan Gaya Baru

Lintas Bisnis.com Jakarta – Penyanyi Mia Ismi bersama Kiel Dharmawel berencana akan merubah penampilannya, dengan tidak lagi mengekspose bagian tertentu lagi. Namun dengan penampilan yang lebih baik lagi.

Lewat single terbarunya nanti, Mia dan Kiel ingin memperkenalkan gaya baru yang sesungguhnya sudah lama menjadi moral bangsa, bahwa cinta berbeda dengan nafsu.

Kemolekan bukan seperti halnya gaya Barat yang lebih mengumbarnya dengan aksi-aksi eksplisit.

“Cinta tidak harus digambarkan dengan pelukan dan ciuman, Iewat video art Tentang Kami ini, Kami menyajikan makna ganda yang dapat diartikan secara Iebih Iuas,” ucap Mia di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia Jakarta Kamis (14/2/2019).

Menurut dia, banyak kisah cinta yang dituliskan pujangga-pujangga Indonesia dari masa ke masa, sebut saja ‘Chentini’ karya Pakubuwono V, ‘Aku’ (Chairil Anwar), dan sebagainya.

Sementara itu, Kiel Dharmawel menambahkan, ada benang merah yang membuat karya – karya ini disegani dan dihormati oleh khalayak nusantara, dan dunia internasional, yakni karena filosofi dan makna besar dibalik kata-kata yang dituliskan penyairnya.

“Lewat single Tentang Kami ini kami ingin membawa semangat itu ke dalam lirik lagu yang kami tampilkan dengan kombinasi nyanyian, tarian tradisional kontemporer serta alunan romantic gesekan biola didalamnya,” tutur Kiel.

Saat ini keduanya telah sukses rilies album Batasan Dunia. Kini Mia Ismi bersama Kiel Dharmawel, seorang penyanyi dan contemporary art dancer, kembali Merilis Video Art Single ‘Tentang Kami’.

“Kombinasi Musik, Tarian Tradisional dan Alunan Biola, lewat single Tentang Kami ini, menyuguhkan kisah yang tentunya pernah dialami semua manusia, yakni bahasa cinta. Perasaan jatuh cinta dengan energi tarik-menarik yang luar biasa namun dengan berlandaskan rasa ikhlas dan kepasrahan kepada yang kuasa,” ungkap Mia Ismi kepada insan Media.

Single Tentang Kami ini lanjut Mia, juga merupakan bagian dari monolog. “Dengan judul yang sama yang seringkali kita bawakan di beberapa penampilan kami di Kuala Lumpur, Jogjakarta, dan Jakarta dalam beberapa penunjukan seni dan kebudayaan,” pungkasnya.

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply