Kuasa Hukum PT. Nusantara Ragawisata Akui Kliennya Pemilik Sah Atas Tanah di Ungasan-Bali

Kuasa Hukum PT. Nusantara Ragawisata Akui Kliennya Pemilik Sah Atas Tanah di Ungasan-Bali

Lintas Bisnis.com Jakarta – Kuasa hukum Direktur Utama (Dirut) PT. Nusantara Ragawisata, Christoforus Richard, dari Kantor Kuasa Hukum Ihza & Ihza Law Firm mengaku, kliennya merupakan pemilik yang sah atas sebidang tanah sesuai sertifikat SHGB No. 72/ dan SHGB No. 74/ yang berlokasi di wilayah Unggasan-Bali dan belum pernah menjual lahan tersebut kepada pihak manapun.

Menyusul adanya pihak-pihak yang mengklaim telah membelinya atas lahan tersebut, Yusril menyampaikan bahwasannya hal tersebut hanya merupakan klaim sepihak tanpa dasar.

“Perlu kami sampaikan bahwa Klien kami Christoforus Richard adalah Direktur Utama PT Nusantara Ragawisata yang sah terdaftar di Kemenkumham, yaitu perusahaan Pemilik yang sah atas sebidang tanah dengan SHGB No. 72/Ungasan dan SHGB No. 74/Ungasan yang di keluarkan oleh BPN Kab. Badung dan Klien kami selaku pihak yang berhak mewakili perusahaan tidak pernah menjual tanahnya kepada siapapun,” ungkap Yusril.

Yusril menyampaikan, “Merujuk pada SEMA No. 4 Tahun 2016, salah satu kriteria pembeli beritikad baik yang wajib dipenuhi adalah melakukan jual beIi atas objek tanah dengan pemllik yang sah. Pertanyaanya apakah pihak-pihak yang mengklaim sebagai pemilik yang sah telah membeli tanah tersebut dari pemilik yang sah?.”

“Kami menduga pihak-pihak yang mengklaim sebagai pembeli beritikad baik telah membeli dari pihak yang tidak berhak mengatasnamakan PT Nusantara Ragawisata. Karena klien kami selaku Direktur Utama PT Nusantara Ragawisata yang sah (Direktur Utama yang terdaftar secara sah di KUMHAM-vide Novum PK 5) tldak pernah melakukan jual beli tanah tersebut dengan siapapun sehingga adanya klaim dari pihak-pihak yang merasa sebagai pembeli beritikad baik adalah klaim imajinasi tanpa dasar hukum yang jelas,” sambung Yusril.

“Bahwa berdasarkan Putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor: 3351 K/Pdt/2018, tanggal 17 Desember 2018 Jo. Putusan Pengadilan Tunggi DKI Jakarta Nomor: 120/Pdt/2018/PTDKI, tanggal 15 Mei 2018 Jo. Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor: 426/Pdt.G/2016/PNJkt.Sel, tanggal 9 Agustus 2017, membuktikan bahwa tindakan-tindakan yang dilakukan oleh pihak yang telah menjual dan membeli tanah milik PT Nusantara Ragawisata kami tersebut adalah Perbuatan Melawan Hukum dan seluruh akta jual-beli berkaitan dengan tanah tersebut telah dibatalkan,” ujarnya.

Bahwa adapun pihak pembeli yang merasa dirugikan atas adanya jual beli tanah yang telah dinyatakan Melawan Hukum oleh Putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor: 3351 K/Pdt/2018, tanggal 17 Desember 2018 tersebut seharusnya menuntut ganti kerugian dari pihak Penjual yang telah dinyatakan perbuatanya melawan hukum dan bukan justru meminta pertanggungjawaban dari klien kami yang dalam hal ini adalah korban.

Lebih jauh Yusril juga menjelaskan bahwa pihaknya tengah menempuh upaya PK (Peninjauan Kembali) ke MA terkait penahanan liennya tersebut yang ditahan terkait kasus pemalsuan dokumen. Berdasarka hasil uji Laboratorium Forensik (Labfor) Bareskrim Polri Nomor: LAB 1576/DTF 2019 tanggal 10 Mei 2019. Bukti didapat berdasarkan laporan kepolisian dengan Nomor: LP/1619/III/2018/PMJ/DITRESKRIMUM tanggal 25 Maret 2018 bahwa tanda tangan yang tertera pada dokumen yang dimaksudkan bukanlah milik kliennya CR.

“Novum tersebut membuktikan Bapak Christoforus Richard alias Christoforus Richard Massa, terpidana dalam Putusan Kasasi Mahkamah Agung RI No. 103 K/Pid/2019 bukanlah orang yang telah membuat dan menggunakan surat palsu,” tutup Yusril.

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply