Delegasi Zhuzhou-China Apresiasi Pengembangan Bank Sampah Pemprov DKI Jakarta

Delegasi Zhuzhou-China Apresiasi Pengembangan Bank Sampah Pemprov DKI Jakarta

Lintas Bisnis.com Jakarta – Di tengah polemik Kebijakan dan persoalan sampah di Jakarta, sebaliknya delegasi provinsi Zhuzhou, China menyatakan ketertarikan dengan upaya pengembangan rekening, ATM bank sampah. Sebagaimana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengembangkan ATM hingga aplikasinya bersama Bank BNI untuk bank sampah.

“Masyarakat dari tingkat RW (rukun warga), RT (rukun tetangga), sekolah, perkantoran, mereka mengumpulkan sampah non-organik. Sampah yang sudah dikumpulkan dijual kepada bank sampah, bukan ke TPST (Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu) Bantargebang, Kota Bekasi. Upaya pengurangan sampah dari sumbernya,” kata Wakil Walikota Jakarta Barat, M. Zen saat menerima kunjungan delegasi Zhuzhou, Kamis (8/8/2019).

M. Zen didampingi jajaran pemerintah kotamadya Jakarta Barat, antara lain suku dinas Dukcatpil (Kependudukan dan Catatan Sipil), Perumahan, Lingkungan Hidup, Perekonomian, Pendidikan, Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) dan lain sebagainya.

Sementara delegasi Zhuzhou terdiri dari Mao Tengfei (ketua delegasi), Zhou Weiren, Liu Haibin, Li Nengbin, Huang Shengyang, Wu Lingyun, Xu Junqi dan Zhuang Qining. Kedua pihak saling bertukar pikiran dan informasi pembangunan termasuk aplikasi bank sampah sampai sarana transportasi massal berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT).

Bank sampah merupakan program pendukung, kegiatan strategis Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Konsepnya, terutama sampah yang dihasilkan dari bahan-bahan non hayati baik produk sinterik, dan tidak dapat diurai oleh alam seperti botol plastic, tas plastic, kaleng diubah menjadi bank.

Siswa dari tingkat SD (sekolah dasar) sampai SMU (sekolah menengah umum) termasuk masyarakat melakukan tabungan di bank sampah. Sementara, pemerintah DKI Jakarta menyediakan 16 armada truk untuk melayani bank sampah. “(pengumpulan sampah) dari rumah, sekolah dan sekitarnya. Kami memberikan pelayaan teknis secara gratis,” tegas M. Zen.

Terkait dengan sistem pembayaran, pemerintah kotamadya Jakarta Barat bekerjasama dengan Bank BNI. Sistem transfer dengan aplikasi BNI 46 sudah dicanangkan beberapa tahun yang lalu. Kegiatan sekolah dengan selingan bank sampah diselenggarakan seminggu sekali. Kegiatan bank sampah juga secara simultan dibarengi dengan hari-hari tertentu, misalkan Hari Pramuka.

“Bank sampah mengurangi volume TPST Bantargebang. Bank sampah bernilai ekonomis. Sampah dipilah dari sumbernya, terutama rumah tangga, sekolah. Sampah non-organik dibawa ke bank sampah. Kalau sampah organic misalkan daun-daun, diolah jadi kompos,” kata M. Zen.

Selain itu, Pemerintah DKI Jakarta juga aktif mempromosikan destinasi wisata, termasuk di wilayah Jakarta Barat. Kota tua tetap menjadi ikon Jakarta Barat. Selain itu, berbagai museum seperti museum keramik, wayang, sejarah, bank tetap menjadi daya tarik wisatawan mancanegara. “Destinasi wisata, seperti Pasar Bunga Angrek di Rawa Belong, sentra ikan hias di Slipi adalah unggulan Jakarta Barat,” tutur M. Zen.

Mendengar penjelasan mengenai Bank Sampah, Mao Tengfei menilai, bahwa konsep perencanaan tata kota Jakarta Barat tidak berbeda jauh dengan Zhuzhou. “Setiap penataan kota harus dengan konsep perencanaan yang baik. Hal ini sangat penting dan kami juga melakukan hal yang sama untuk Zhuzhou,” kata Mao.

Selain sampah, upaya penanganan polusi di kota-kota besar di dunia termasuk Jakarta dan Zhuzhou semakin beralih pada pengurangan polusi udara. Terutama di tengah musim kemarau seperti sekarang, warga kota bisa ikut mengurangi polusi. Cara yang paling efektif dan mudah, yakni himbauan untuk menggunakan sarana transportasi massal. Penggunaan kendaraan dengan emisi rendah sangat dianjurkan untuk memberi kenyamanan kepada warga kota termasuk Jakarta dan Zhuzhou.

“Kami melihat sistem transportasi Jakarta semakin baik, walaupun kemacetan masih belum terurai secara maksimal. Kalau pemerintah Indonesia bisa bersinergi, kami sangat antusiasi memamerkan produk sarana transportasi massal dari Zhuzhou. Kami membangun produksi LRT (light rail transit), MRT, perkeretaapian dan lain sebagainya. Hal ini yang sangat dibutuhkan untuk menata kota Jakarta semakin baik dan maju,” kata Mao Tengfei.

Bahkan delegasi Zhuzhou juga sempat berkunjung ke kantor PT Kereta Api Indonesia/KAI (Persero). Petinggi KAI sempat mengutarakan rencana pengembangan perkeretaapian di Indonesia. Dalam kurun waktu 10 tahun ke depan, pemerintah Indonesia memerlukan sekitar 20.000 kilometer rel kereta api.

“KAI sempat menyatakan ketertarikan dengan teknologi perkeretaapian Zhuzhou. Bahkan pembangunan rel kereta api dengan teknologi kami diproyeksikan untuk tiga kota besar, yakni Bali, Yogyakarta, Semarang,” ungkap Mao Tengfei.

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply