Bulog Persilahkan Vendor Luar Negeri Pengadaan Infrastruktur Padi

Bulog Persilahkan Vendor Luar Negeri Pengadaan Infrastruktur Padi

Lintas Bisnis.com Jakarta – Badan Urus Logistik (Bulog) mempersilahkan, upaya pengadaan dan pembangunan infrastruktur pascapanen modern rice milling plant (penggilingan padi), penyimpanan padi, jasa konsultasi proyek dan lain sebagainya tidak mesti selalu dipenuhi oleh vendor di dalam negeri, tetapi bisa juga terbuka oleh vendor dari luar negeri.

“Tetapi prioritas (pengadaan) dari dalam negeri. Kalau ada kebutuhan yang memang hanya bisa dipenuhi oleh vendor dari luar negeri, bisa saja,” ujar Sekretaris Perusahaan Perum Bulog Awaludin Iqbal mengatakan kepada Redaksi, Jumat (30/8/2019).

Keterangan pers tersebut respons dari kunjungan beberapa delegasi dari luar negeri, termasuk Tiongkok, Argentina, Brazil, Laos, Kazakhstan dan lain sebagainya. Beberapa bulan belakangan ini, Bulog menerima kunjungan dari luar negeri termasuk delegasi provinsi Hubei, Tiongkok.

Delegasi Badan urusan gandum Hubei, produsen minyak dan gandum Jinchu Hubei dan lain sebagainya diterima management di Gedung Bulog Jl. Gatot Subroto Jakarta Selatan.

Delegasi Hubei dipimpin oleh Inspektur II (dua) nya, yakni Qiu Jianjun dan para anggotanya antara lain Wu Ping (wakil direktur Badan Urusan Gandum), Wang Bangguo, Liao Jihua, Du Xuebin, Li Kui dan Gui Zhong Hua.

Sementara jajaran management Bulog yang menerima Delegasi, antara lain Kepala Divisi Pengadaan, Sonya Mamoriska, Humas Bulog Benny S. Butar-Butar dan lain sebagainya.

“Kami terbuka dengan siapapun. Tapi Bulog kan hanya sebagai operator dan BUMN (Badan Usaha Milik Negara). sehingga pengadaan barang dan jasa mengacu pada keputusan pemerintah,” tegas Awaludin Iqbal.

Di tempat yang sama, Sonya Mamoriska menjelaskan, bahwa pengadaan barang dan jasa terintegrasi yakni permesinan dan jasa konstruksi sipil. Proses pengadaan harus mengacu pada ketentuan yang berlaku.

“Kami sudah menerima beberapa vendor dari Tiongkok juga. Skema kerjasama melalui konsorsium. beberapa vendor asal Tiongkok punya perwakilan di Indonesia. Proposal yang diajukan juga harus diketahui konsultan perencana Bulog termasuk mesin infrastruktur,” tegas Sonya Mamoriska.

Sementara itu, Qiu Jianjun menilai, pertemuan dengan Bulog sangat bermanfaat terutama peluang kerjasama ke depannya. selama ini, provinsi Hubei juga sudah dikenal dengan kehandalan industri manufacturing, termasuk pengolahan gandum, minyak dan berbagai komoditas lain.

“Momentum (pertemuan delegasi Hubei dengan Bulog) pas, sehingga kami merasa perlu menindaklanjuti. Tentunya, kami akan berkomunikasi dengan email atau melalui kantor perwakilan untuk tindaklanjuti hasil pertemuan hari ini,” kata Qiu Jianjun.

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply