Di SIAL InterFOOD 2019, Pemerintah Berharap Investasi di Industri Mamin Meningkat

Lintas Bisnis.com Jakarta – Pemerintah mengakui, industri makanan dan minuman (mamin) mengalami pertumbuhan yang sangat pesat dengan laju pertumbuhan sebesar 7,72% di triwulan III-2019. Di sisa dua bulan terakhir 2019 ini, diharapkan target pertumbuhan industri mamin sebesar 8 % dapat terpenuhi.

Dipameran SIAL InterFOOD yang berlangsung pada 13-16 November 2019 investasi di sektor Mamin diharapkan akan meningkat.

Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Abdul Rochim menyampaikan, realisasi investasi industri makanan dan minuman periode Januari-September 2019 mencapai Rp.26,39 triliun untuk PMDN dan 1 miliar USD untuk PMA. Jumlah tenaga kerja di sektor industri makanan dan minuman pada Februari 2019 sebanyak 5,2 juta orang atau 28,52 % dari total tenaga kerja industri pengolahan yang mencapai 18,2 juta orang.

“Diharapkan investasi di sektor Mamin terus meningkat sampai akhir tahun. Dengan diselenggarakannya pameran SIAL InterFOOD, diharapkan investasi terus tumbuh,” kata Abdul di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (13/11/2019).

Lebih lanjut Abdul menyampaikan, arah kebijakan pemerintah di investasi pada pasar ekspor. Dalam rangka peningkatan ekspor, pemerintah akan melakukan akselerasi perundingan internasional agar produk Indonesia dapat tembus dipasar ekspor.

“Pemerintah juga memfasilitasi kepentingan ekspor diantaranya pemberian tax allowance, tax holiday dan keringanan pajak lainnya, pemerintah juga memberikan super insentif sebesar 200% untuk kegiatan praktek kerja, pemagangan 300% yang akan dikeluarkan, dan berharap iklim investasi dapat tumbuh di Indonesia,” tutur Abdul.

Sementara itu, CEO Krista Exhibition, Daud Dharma Salim mengatakan, Sail Interfood 2019 merupakan sebuah platform yang sempurna karena menyediakan berbagai peluang bisnis bagi seluruh peserta untuk mempromosikan produk, melakukan bisnis dan mencari solusi bersama.

“Ini merupakan pilihan yang tepat bagi perdagangan dan pengunjung di bidang bisnis makanan dan minuman yang ingin mencari dan menemukan inovasi baru dalam industri makanan dan minuman,” kata Daud.

Menurut Daud, jumlah peserta pameran makanan dan minuman tahun ini mengalami peningkatan yang drastis, sehingga memberikan peluang besar bagi masyarakat untuk dapat mengenal produk-produk lokal maupun internasional.

“Pameran yang ke-19 ini cukup spesial karena ada peningkatan peserta pameran yang mencapai 10-15 persen dibanding tahun lalu,” tutur Daud.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia, Adhi S. Lukman menyampaikan, industri Mamin semakin seksi, dengan kontribusi di industri mamin cukup meningkat dengan pertumbuhan 35 %.

“Tahun depan kita ingin pertumbuhan di industri mamin jauh lebih tinggi lagi. Upaya yang bisa dilakukan seperti diadakan pameran Sail Interfood ini agar dapat menarik investor,” ungkap Adhi.

Melalui pameran ini, kata dia, perlu menonjolkan perkembangan kemajuan di industri mamin seperti dirinya yang juga pernah diundang di berbagai negara terhadap pameran yang dilakukan oleh negara yang bersangkutan. “Ini sangat penting sekali, kita perlu ‘benchmark”. Perkembangan negara lain seperti apa,” ucap Adhi.

Adhi berharap, industri mamin ini semakin cepat tumbuh, pihaknya juga ingin mengembangkan industri 4.0. “Ini yang akan kita dorong untuk mengejar ketertinggalan kita. Kementerian Pariwisata bisa mendorong untuk menuju industri 4.0 supaya kita semakin dikenal di dunia,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *