Pembiayaan Satelit Pertama ADB, untuk Memperluas Akses Internet di Asia dan Pasifik

Lintas Bisnis.com Manila Filipina — Asian Development Bank (ADB) telah menandatangani kesepakatan senilai $50 juta dengan Kacific Broadband Satellites International Limited (Kacific) untuk menyediakan sambungan internet pitalebar yang berbasis satelit dan berkecepatan tinggi ke berbagai negara di Asia dan Pasifik, terutama bagi negara kepulauan seperti Indonesia dan Filipina dan kawasan terpencil di sejumlah negara pulau kecil di Pasifik. Ini adalah pembiayaan satelit pertama yang disetujui ADB.

Proyek Satelit Internet Pitalebar bagi Lokasi Terpencil di Asia Pasifik (Asia-Pacific Remote Broadband Internet Satellite Project) akan membantu menjadikan sambungan internet pitalebar tersedia lebih luas bagi negara-negara di kawasan ini, tempat lebih dari 2 miliar orang tidak memiliki akses internet yang andal akibat infrastruktur yang tidak memadai, tantangan geografis, dan tingginya biaya layanan.

“Akses yang lebih baik ke internet berkecepatan tinggi yang andal dapat membantu meningkatkan layanan pendidikan, memperluas akses ke informasi, menarik investasi, mengurangi kesenjangan pembangunan perdesaan–perkotaan, meningkatkan perdagangan dan konektivitas, serta menstimulasi perekonomian setempat,” kata Michael Barrow, Direktur Jenderal ADB untuk Operasi Sektor Swasta dalam keterangannya, Kamis (5/12/2019).

“Akses tersebut juga akan membantu meningkatkan komunikasi, terutama pada saat kondisi darurat dan bencana, ketika jaringan yang ada di darat mungkin mengalami kerusakan,” tambah Michael.

Sementara itu, Christian Patoraux, Pendiri dan CEO Kacific mengatakan, ADB memegang peranan penting dalam mewujudkan transaksi ini,”

“Keikutsertaan ADB telah membantu guna memperoleh pembiayaan yang diperlukan untuk proyek yang sangat penting bagi pembangunan. Manfaat konektivitas akan mengubah kehidupan mulai dari peningkatan pariwisata, akses ke informasi, layanan keuangan, hingga perawatan kesehatan dan pendidikan bagi berbagai masyarakat terpencil di kawasan ini,” kata Christian.

Proyek ini akan mendukung konstruksi, peluncuran, dan operasi sebuah satelit orbit geostasioner bumi berkapasitas tinggi (high-throughput) yang digunakan bersama. Kacific-1 dijadwalkan untuk diluncurkan oleh SpaceX pada bulan Desember 2019 dan akan operasional pada awal 2020.

Pembiayaannya terdiri atas pinjaman dari ADB dan dari Leading Asia’s Private Infrastructure Fund (LEAP) yang dikelola oleh ADB. Didirikan pada bulan Maret 2016 dengan dukungan dari Japan International Cooperation Agency, LEAP adalah salah satu sarana pembiayaan bersama (cofinancing) ADB yang dikhususkan bagi infrastruktur sektor swasta di Asia dan Pasifik.

ADB akan bekerja sama dengan GuarantCo, sebuah perusahaan di bawah Private Infrastructure Development Group (PIDG), untuk menjamin pembiayaan bersama tambahan bagi proyek tersebut. GuarantCo menyediakan solusi kredit untuk pembangunan infrastruktur di negara berpenghasilan rendah di Afrika dan Asia, dengan pendanaan dari pemerintah Australia, Inggris, Swedia dan Swiss melalui PIDG Trust dan dari Belanda melalui FMO, Dutch Development Bank, dan PIDG Trust. PIDG adalah organisasi pembangunan dan pembiayaan yang menyampaikan infrastruktur perintis di negara-negara yang paling miskin dan paling rapuh.

ADB berkomitmen mencapai Asia dan Pasifik yang makmur, inklusif, tangguh, dan berkelanjutan, serta terus melanjutkan upayanya memberantas kemiskinan ekstrem. Pada 2018, ADB memberikan komitmen pinjaman dan hibah baru senilai $21,6 miliar. Didirikan pada 1966, ADB dimiliki oleh 68 anggota 49 di antaranya berada di kawasan Asia dan Pasifik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *