Peringati Hari Sampah Nasional, Surplus.id Kampanyekan Zero Food Waste

Peringati Hari Sampah Nasional, Surplus.id Kampanyekan Zero Food Waste

Lintas Bisnis.com Jakarta – Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2020, Surplus.id sebagai marketplace concern terhadap lingkungan mengadakan kampanye sosial bersama dengan Zero Waste, dan Yayasan Indonesia Hijau dengan menawarkan dua buah Apel, yang pertama dari supermarket dan yang satu dari hasil reject supermarket.

Kepada awak media CEO dan Founder Surplus.id, Muh Agung Saputra mengatakan melalui kegiatan ini pihaknya menawarkan kepada konsumen dua buah Apel yang berbeda kepada konsumen untuk mencicipinya, dan bila konsumen memilih Apel yang direject ini membuktikan tidak semua kualitas yang dihasilkan buruk.

“Untuk diketahui jika buah atau makanan yang diproduksi berlebih tentunya akan menghasilkan food waste yang mennggunung. Dan kita ketahui ledakan sampah di TPA Leuwigajah, Cimahi, Bandung karena tumpukan sampah organic atau food waste menghasilkan gas metana yang melukai korban sebanyak 140 orang,” ujar Agung.

Ia mengatakan, food waste atau makanan berlebih ini bisa dilihat dari dua sisi, baik dari sisi konsumen dan produksi. Tapi Surplus melihatnya ini dari sisi produksinya.

“Kami ingin menekan food waste ini dari hulunya dimana kami menciptakan Apps bernama Surplus yang menghubungkan toko makanan, toko buah, supermarkert atau hotel dengan konsumen dengan harga diskon 50 persen yang dijual sebelum toko tutup,” pungkasnya.

Segementasi yang dibidik surplus.id saat ini ialah toko yang menghasilkan food waste atau lima makanan besar seperti toko roti dimana toko roti biasanya dibuat hari itu malam harinya dibuang karena sifatnya organik.

Toko buah dalam hal ini ritel modern seperti Indomaret, mereka biasanya sudah mengupas buah dan bila dalam 7 jam tidak laku terjual  biasanya mereka membuangnya. Sama dengan toko buah lainnya, Hypermart dan hotel restoran.

Ketika ditanyakan adakah injeksi permodalan dalam merintis startup berbasis lingkungan ini, dikatakannya, surplus ini dimulai akhir September 2019 dengan bootstrap dan dukungan keluarganya.

“Saya membuat marketplace ini bukan semata untuk profit seperti marketplace lain. Passion saya lebih kepada dampak lingkungan. Kita hanya mengambil 10 persen setiap transaksi,” jelasnya.

Saat ini sudah ada beberapa merchant yang bergabung seperti Merchant Halal Bro´s, Terra Restaurant di Senopati, cutt & grill, kita merchant di jakarta selatan terlebih dahulu baru di pusat.  Marketplace ini akan diluncurkan Februari ini.

Ia menambahkan, cara kerja surplus.id  jika ada  toko roti atau toko buah sudah mau tutup jam 10. 00 malam maka jam 09.00 malam mengupload  makanan berlebih sama seperti mengupload di instagram, isi deskripsi dan jam pengambilan . Dan si konsumer  melihat foto yang telah di upload langsung klik booking dan bayar sebelum menjemput bisa go send.

“Diskon 50 persen dan ini harus dijual setengah harga. konsumer pasti aware,”. Kini platform tersebut baru bisa diunduh di google playstore.

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply