Maldives Beralih pada Perikanan Budidaya dengan KJA dari Bandung Barat 

Lintas Bisnis.com Bandung – Ketika pemerintah Maladewa (Maldives) mengalihkan sektor pariwisata ke perikanan budidaya sebagai penerimaan negaranya karena pandemic Covid-19, perusahaan manufacturing Keramba Jaring Apung (KJA) swasta nasional Indonesia memanfaatkan momentum tersebut. Perusahaan tersebut, PT Gani Arta Dwitunggal (GAD) di Padalarang, Bandung Barat mendapat windfall (rezeki) dari proses pemenangan tender.

“Karena pandemic, sektor pariwisata Maldives yang menyumbang 95 persen penerimaan negara habis. Sementara, lima persen (kontribusi terhadap penerimaan negara) yang dari dulu diproyeksikan dari sektor perikanan, sekarang menjadi andalan,” kata Andi J. Sunadim, General Manager GAD di Padalarang Bandung Barat.

Flashback 30 tahun yang lalu, bagaimana 350.000 masyarakat negara Maladewa (Maldives) hidup dengan kondisi ekonomi pas-pasan. Perlahan-lahan, pemerintah dan rakyatnya berhasil mengembangkan sektor pariwisata maritime, kepulauan. Maldives berhasil mengelola sekitar 300 pulau untuk meningkatkan pendapatan negara, terutama turis mancanegara. Banyak wisatawan menikmati berbagai keindahan pemandangan laut, dan berkegiatan wisata air termasuk diving (selam). Termasuk di antaranya, pengusaha asal Bandung Barat, Budiprawira yang mengaku, hampir seratus kali berkunjung dan menyelam di Maldives. “Karena covid, kegiatan pariwisata Maldives terpuruk. Pemerintahnya minta bantuan dari World Bank, untuk loan program (pinjaman) untuk beralih pada sektor perikanan budidaya.

“Maldives dibantu. Proses tender berlangsung, ternyata kami menang daripada (peserta tender yang lain) Taiwan, Norwegia, Korea. Padahal, Norwegia juga sangat hebat untuk teknologi manufacturing KJA. Aquatec dari Bandung Barat tidak dinyana berhasil mengalahkan negara-negara besar,” kata Andi Sunadim.

Ekspor KJA Aquatec kepada Kementerian Pertanian dan Perikanan Maldives mencapai 1.600 lubang/petak. Angka tersebut setara dengan nilai ekspor hampir 3 juta US Dolar. Karena permintaannya tinggi, proses pengiriman dengan 70 container serta dicicil sampai delapan kali. Sebelumnya, GAD  sudah berhasil tiga kali ekspor ke Maldives. Tapi ekspor kali ini sangat signifikan karena (ekspor berlangsung) di tengah pandemic covid.

“Alhasil kita masih bisa ekspor. Kalau bisnis bioskop, turisme seperti di Bali, (kondisinya) sepi. Tapi Maldives ingin bangkit dari sektor perikanan budidaya. Pelepasan ekspor kemarin (10/9, hari Kamis di Padalarang Bandung Barat) juga diharapkan untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional,” kata Andi.

Ditjen PEN (Pengembangan Ekspor Nasional) juga antusias melepas secara simbolik container menuju ke Maldives. Ditjen PEN Kemendag (Kementerian Perdagangan) langsung dengan Dirjen (direktur jenderal), Kasan bersama Asdep (asisten deputi) Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi, Dinas Kelautan dan Perikanan provinsi Jawa Barat juga mengadakan factory tour.

“Bahkan, ada kemungkinan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto datang untuk melepas (secara simbolik) pengiriman kedua,” kata alumni Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) ITB Bandung.

Di tempat yang sama, Endang Haris Fitriyana, M.M., sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Barat (Jabar) juga menegaskan bahwa ikan merupakan salah satu komoditas yang bisa bertahan di masa krisis ekonomi. DKP Jabar juga sudah lama bermitra dengan Aquatec untuk pengembangan perikanan budidaya dengan pemanfaatan KJA Aquatec di Waduk Cirata. Tapi setelah itu, terbit peraturan dimana pembudidaya KJA di Cirata harus beralih pada metode budidaya yang relevan dengan program Citarum Harum.

“Kami juga sudah tahu (keunggulan KJA Aquatec) karena waduk cirata dulunya untuk budidaya. Kami mendorong budidaya kerapu dan lobster. Tapi kami harus tahu kepastian pasar terlebih dulu. Kalau lobster masih terkena dampak Permen KP (Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan) yang dulu, ibu Susi Pudjiastuti. Komoditas perikanan baik sektor budidaya ataupun tangkap bisa bertahan saat krisis ekonomi,” ungkap Endang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *