Memilih Telur Ayam Kaya Omega dengan Kualitas Bagus

LINTAS BISNIS – Selain ikan, telur terkenal sebagai salah satu sumber asamlemak Omega3 yang sangat penting untuk kesehatan otak dan jantung. Konsumsi telur yang diperkaya dengan kandungan asam lemak Omega-3 dapat menurunkan kemungkinan Anda mengalami penyakit kronis, seperti penyakit jantung mengurangi tekanan darah tinggi, dan mencegah terjadinya inflamasi kronis yang dapat menjadi pemicu masalah diabetes, radang sendi, katarak dan juga kanker.

Mendasarkan pada manfaat dari telur diperkaya kandungan Omega-3 tersebut, yang memang sangat baik untuk kesehatan, membuat banyak peternak dan pelaku usaha dibidang peternakan, belakangan ini memproduksi dan memasarkan telur ayam yang diklaim kaya akan kandungan Omega-3 bahkan juga diklaim rendah kandungan kolesterolnya.

Drh.Wayan Wiryawan, Praktisi Bidang Peternakan & Anggota Bleu Blanc Coeur – Indonesia, menjelaskan” sampai saat ini pihak terkait di Indonesia belum menentukan standar yang pasti berkenaan dengan kadar Omega-3 dan juga rasio antara kandungan Omega-3 vs Omega-6 yang harus ada didalam setiap butir telur, sehingga layak diklaim sebagai telur yang baik untuk kesehatan.”

Sementara, masyarakat sendiri juga masih sangat awam untuk bisa menilai, bahwa sediaan telur yang memang benar benar kaya akan kandungan Omega-3 itu dapat dikenali dan diidentifikasi dari tanda atau informasi apa saja yang harus ada didalam kemasan sediaan telur yang diklaim kaya akan kandungan Omega-3nya.”imbuhnya.

Saat ini,yang ada adalah terjadi pemahaman dan persepsi yang sangat keliru ditengah masyarakat dimana menilai sediaan telur yang dijual dipasar moderen (mini market, super market, dan pasar moderen lainnya) bisa dikenali dari warna kuning telurnya yang lebih cerah (warna oranye atau kuning kemerahan). Tentu ini pemahaman yang sangat keliru dan cenderung menyesatkan masyarakat, kalau tidak bisa dikatakan menipu.

Kuning telur dengan warna oranye atau kuning kemerahan bukanlan tanda bahwa telur tersebut kaya kandungan Omega-3

Bahwa warna pada kuning telur ayam itu menjadi lebih cerah (warna oranye atau kuning kemerahan) dengan berbagai level score, itu bisa dibuat dengan menambahkan pigmen pewarna merah pada pakan ayamnya, sehingga kuning telur yang dihasilkan oleh ayam yang diberikan pakan dengan tambahan pigmen warna merah (baik sintetis maupun dari bahan alami) akan nampak menjadi lebih cerah (warna oranye / kuning kemerahan), dan warna oranye / kuning kemerahan sama sekali tidak ada kaitannya dengan kadar Omega-3 yang ada dalam telur ayam tersebut.

Warna kuning telur dibuat menjadi lebih cerah (warna oranye / kuning kemerahan), sama sekali tidak ada hubungannya dengan kandungan Omega-3 dan nutrisi lainya yang ada didalam kuning telur tersebut. Warna kuning telur dibuat nampak lebih cerah (warna oranye / kuning kemerahan) semata-mata tujuannya agar telur nampak lebih menarik dan menggugah selera makan.

Telur yang diperkaya kandungan Omega-3nya hanya bisa dihasilkan bila dalam sediaan pakan ditambahkan bahan baku pakan yang memang benar-benar tinggi kadar asam lemak Omega-3nya, baik bahan baku yang berasal dari biji-bijian maupun dari minyak ikan tertentu atau dari rumput laut jenis tertentu. Bahan Omega-3 yang berasal dari minyak ikan atau jenis rumput laut menghasilkan telur sekalipun kaya kandungan Omega-3nya, namun cenderung baunya lebih amis dibandingkan dengan telur kaya kandunga Omega-3 yang dihasilkan dari pakan menggunakan bahan Omega-3 asal biji-bijian, seperti dari biji rami (flaxseed) atau biji canola dari chia seed.

Telur kaya kandungan Omega-3 dinilai baik untuk kesehatan, disamping harus dipastikan tidak mengandung zat alergan yang menjadi penyebab seseorang mengalami alergi dengan tanda gatal-gatal bahkan sampai dapat memicu terjadinya bisulan pada seseorang yang sangat sensitif terhadap bahan alergan, juga harus dipastikan tidak mengandung residu antibiotik apapun serta bebas dari cemaran kuman patogen seperti Salmonella dan E.coli.

Telur kaya kandungan Omega-3 agar bisa diklaim sebagai telur yang sangat baik untuk kesehatan, haruslah sesuai dengan standar WHO (World Health Organization) dimana rasio yang ideal antara kandungan Omega-6 vs Omega 3 maksimal 5 : 1,” dan bahkan bisa mengacu juga pada standar dari Bleu Blanc Coeur (BBC), asosiasi dibidang pangan untuk kesehatan berpusat di Perancis, menetapkan standar rasio kandungan antara Omega-6 vs Omega-3 maksimal : 4 : 1, artinya bila didalam sediaan setiap satu butir telur yang diklaim kaya akan kandungan Omega-3, dimana kandungan total Omega-3nya minimal 250 miligram dan kandungan Omega-6nya maksimal 1,000 miligram.

“Dengan sangat semaraknya produksi dan juga pemasaran telur ayam yang diklaim kaya kandungan Omega-3 dan agar masyarakat dapat memilih telur yang memang benar-benar sesuai keinginannya, maka masyarakat musti lebih waspada dan lebih cermat didalam memilih sediaan produk telur yang diklaim mengandung Omega-3 dengan melihat dan membaca secara detail informasi yang ada dalam label kemasan dari produk telur yang diklaim mengandung Omega-3 tersebut, seperti adanya informasi mengenai kandungan total Omega-3, rasio antara Omega-3 vs Omega-6 dan juga informasi nama Laboratorium yang membuktikan kandungan total Omega-3 sesuai klaimnya.”

Dia mengharapkan dan sekaligus menyarankan kepada Pemerintah atau instansi terkait untuk segera membuat aturan dan standar yang jelas mengenai kandungan minimal Omega-3 dan kandungan maksimal Omega-6 yang harus ada didalam sediaan setiap butir telur yang diklaim sebagai telur untuk kesehatan dan kaya akan kandungan Omega-3nya.

“Semoga dengan informasi diatas bermanfaat buat masyarakat dan masyarakat Indonesia menjadi lebih sehat dengan secara rutin mengkonsumsi telur yang memang benar-benar kaya akan kandungan Omega-3nya.”tutupnya.