ICONIP 2021, Sampoerna University Perkuat Posisi sebagai Universitas Berstandar Internasional

LINTAS BISNIS – Sampoerna University, satu-satunya universitas di Indonesia yang menawarkan kurikulum internasional dan pengalaman belajar seperti di Amerika Serikat menjadi tuan rumah dalam kegiatan *International Conference on Neural Information Processing (ICONIP 2021)* yang ke-28 yang diselenggarakan secara daring. Penunjukan ini mempertegas lembaga tersebut sebagai universitas berstandar dunia yang mengusung teknologi dan sains sebagai salah satu kompetensi utama.

ICONIP merupakan forum internasional bagi para peneliti, ilmuwan, praktisi industri yang bergerak di bidang neuroscience, neural networks, deep learning dan bidang-bidang lain yang berhubungan dengan teknologi dan sains. Para peserta akan berbagi ide, hasil karya, perencanaan, dan sebagainya untuk kemudian didiskusikan bersama para ahli dari seluruh dunia. Kegiatan ini merupakan bagian dari keunggulan komunitas World Neural Network.

Menurut Dr. Marshall Schott, President of Sampoerna University, konferensi ICONIP ini sejalan dengan komitmen Sampoerna University yang memiliki Faculty of Engineering untuk berperan aktif dalam diskusi tentang perkembangan industri ini serta mempersiapkan talenta-talenta siap kerja yang memiliki kompetensi di bidang sains dan teknologi di masa depan.

“Dunia sains dan teknologi itu berkembang sangat pesat, hitungannya bukan saja bulan dan minggu, bahkan juga hari. Besok ada negara yang mengumumkan penemuan baru, dan disusul negara lain yang mengumumkan terobosan baru di bidang yang sama dalam waktu yang berdekatan. Pesatnya perkembangan bidang ini tentu juga mendorong ketatnya kompetisi untuk bersaing antara talenta-talenta masa depan di pasar global,” ungkapnya.

Kurikulum yang disusun di Sampoerna University, tambahnya, selalu didasarkan pada perkembangan zaman dan merujuk pada kurikulum universitas di negara maju seperti Amerika Serikat sehingga mahasiswapun berkesempatan mempelajari berbagai ilmu pengetahuan yang tidak disediakan oleh universitas lainnya.

Sebagai pelopor pendidikan berbasis inovasi, tuturnya, Sampoerna University fokus pada persiapan sumber daya manusia yang memiliki pola pikir kritis, kreatif dan kolaboratif sebagai syarat berkompetisi di era digital.

“Menjadi tuan rumah ICONIP 2021 ini adalah salah satu bukti komitmen kami kepada para stakeholders, khususnya orang tua dan mahasiswa, untuk terus memperkuat calon-calon talenta berbasis teknologi di masa depan.”

Senada dengan itu, *Teddy Mantoro, General Chair of ICONIP 2021* mengatakan bahwa Sampoerna University adalah lembaga pendidikan yang tepat sebagai salah satu host penyelenggara event internasional ini. Selain karena reputasinya sebagai kampus global, kemitraan lembaga ini dengan salah satu universitas ternama di dunia juga menjadi pertimbangan utama terpilihnya Sampoerna University sebagai host ICONIP 2021.

“Tujuan penyelenggaraan ini adalah untuk berkontribusi terhadap dunia sains dan teknologi khususnya neural information processing. Banyaknya riset mengenai bidang ini dari para ilmuwan dan praktisi industri di seluruh dunia mendorong kami untuk mengorganisasikan aset-aset tersebut dalam satu forum. Diharapkan dari ICONIP 2021 ini akan lahir inovasi-inovasi baru untuk masyarakat global,” katanya.

Indonesia, ungkapnya, adalah negara dengan jumlah penduduk terbesar di ASEAN dan akan menjadi kekuatan ekonomi dunia ke depannya. Industri-industri yang berkaitan dengan teknologi neural information processing akan banyak beroperasi di sini dan tentu membutuhkan talenta-talenta yang memiliki kompetensi tinggi di bidang tersebut.

“ICONIP akan menjadi akselerator bagi pertumbuhan para pakar dan ahli di bidang neural information processing dari Indonesia. Tentu untuk mencapai tujuan besar ini dibutuhkan kolaborasi antara industri, akademisi, peneliti dan tentunya pemerintah. Sampoerna University bisa menjadi katalisator yang memainkan peran penting bersama kampus-kampus lain di Indonesia.”

ICONIP 2021 akan diselenggarakan secara daring mulai dari tanggal 8 hingga 12 Desember 2021. Sejak bulan Mei yang lalu panitia telah membuka pendaftaran untuk proposal yang akan diseleksi untuk disertakan dalam konferensi nanti.