Prof Dr Meyliana Ditetapkan Sebagai Guru Besar Tetap Binus University

LINTAS BISNISBinus University melakukan pengukuhan Guru Besar tetap. Upacara pengukuhan Guru Besar Tetap tersebut berlangsung di Auditorium BINUS Kampus Anggrek, Jakarta dan disiarkan melalui Live Streaming Binus TV, Sabtu (12/03/2022)

Adapun guru besar yang dikukuhkan ialah Prof. Dr. Meyliana, S.Kom., M.M., CDMS, CBDMP. Dikukuhkan sebagai guru tetap di bidang ilmu sistem informasi.

Prof. Meyliana pada kesempatan tersebut menyampaikan materi orasi ilmiah yang berjudul “Leading Blockchain Technology in a New Era: the Implementation of Blockchain in Metaverse”.

Dikatakan, ada dua fenomena teknologi luar biasa yang terjadi dalam era industry 4.0 dewasa ini. Blockchain yang hadir lebih dulu sebagai sistem pencatatan informasi, dan Metaverse yang menjadi tren setelah Facebook Inc berganti nama menjadi Meta Platforms Inc.

Menurut Prof. Meyliana, kompenen yang utama dalam metaverse ada gabungan teknologi canggih yaitu Artificial Intelligence (AI), Blockchain dan AR (Augmented Reality), VR (Virtual Reality). Penggambaran metaverse sendiri bisa dapat dilihat melalui film Ready Player One yang dapat dilihat melalui kanal youtube.

Dari hasil penelitian penerapan blockchain dalam metaverse memang memiliki tantangan. Adapun 4 tantangan yang perlu diperhatikan. Pertama, bagaimana menyiapkan blockchain developers? karena mengingat belum ada prodi khusus yang mencetak tenaga kerja ini. Kedua, hukum yang menaungi penerapan blockchain. Ketiga, pengetahuan yang umum bagi masyarakat terkait blockchain sehingga perlu edukasi dan sosialisasi yang terus menerus.

Keempat, pembuatan konten pada platform yang berbeda karena ini terkait dengan pengakuan kepemilikan sehingga perlu dipikirkan tentang interoperability antar platform yang ada.

Bagaimana kedua fenomena teknologi tersebut dapat bersinergi menciptakan peluang yang baik bagi masyarakat?.

“Pertama, menciptakan bisnis baru seperti jual beli cryptocurrency dan trading NFT. Kedua, memunculkan kehidupan kedua atau dunia maya seperti, penggunaan avatar. Ketiga, membuat enterprise sistem atau supply chain management atau customer relationship management yang lebih baik karena blockchain mampu melakukan pelacakan dan penelusuran yang kuat sehingga akan menumbuhkan kepercayaan pelanggan terhadap bisnis semakin baik,” kata Prof. Meyliana.

Lebih lanjut dikatakan blockchain mampu memberikan peranan secara global terutama dalam bidang UMKM yaitu dengan membuat sistem rantai pasok yang menghubungkan UMKM dengan produsen, logistik dan financial yang disebut dengan Multi Dimensional Digital Economy Application System (MDDEAS) yang diinisiasi oleh KADIN.

Prof. Meyliana menjelaskan, melihat tantangan dan penerapan blockchain pada metaverse ada rekomendasi penerapan bagi pemerintah sebagai regulator bagaimana membuat undang – undang yang bersifat flexsibel terkait penerapan blockchain. Sedangkan bagi pengguna industri atau perusahaan maupun Perguruan Tinggi atau Lembaga Pendidikan dan Lembaga Sertifikasi ataupun UMKM perlu mematangkan business proses sebagai Smart Contract yakni, model bisnis berbasiskan kesepakatan (consensus), dengan teknologi dan infrastruktur yang baru mengingat blockchain ada yang on-chain dan of- chain.

Berdasarkan pemaparan yang disampaikan, dalam menerapkan blockchain di Indonesia maupun global, perlunya menyiapkan tenaga ahli dalam bidang analisis maupun progremer yang dapat siap terap sehingga perlu menyiapkan kurikulum dan akademik yang memadai.

Dalam hal ini, Infrastruktur akademik termasuk didalamnya penelitian – penelitian dan publikasi dalam bidang blockchain yang dilakukan para akademisi yang diperjelas detil pengetahuan apa yang harus diberikan kepada mahasiswa.

Binus University sangat siap untuk menyiapkan tenagakerja terutama yang memiliki kemampuan dalam bidang blockchain. Karena memiliki kurikulum yang adaptif keinginan industri serta telah memiliki penelitian dan publikasi terkait blockchain yang sangat beragam,” tutur Prof. Meyliana.

Penelitian dan publikasi ini telah dilakukan oleh Prof. Meyliana bersama tim yang telah memperoleh banyak hibah berskala internasional, melalui publikasi secara ilmiah pada jurnal- jurnal yang bereputasi HKI atas penelitian yang dilakukan.

Tim riset blockchain yang dilakukan Binus University yang memiliki nama yaitu, Bi-Block. Salah satu penerapan yang telah berhasil dilakukan adalah implementasi

Tim riset blockchain yang dilakukan Binus University yang memiliki nama yaitu, Bi-Block. Salah satu penerapan yang telah berhasil dilakukan adalah implementasi blockchain pada pengelolaan sertifikat kursus di Indonesia pada Cyber Education Institute (ICE).

Selain sertifikat penelitian lain yakni pendidikan adalah penerapan blockchain untuk mengatasi ijazah palsu dan berkas kelulusan palsu yang didanai oleh dana hibah kemendikbud program riset di tahun 2019 dan 2020, melalui skema penelitian penerapan unggulan perguruan tinggi.

Masih banyak lagi penelitian yang telah di lakukan Binus University di bidang blockchain seperti, penerapan blockchain di industri farmasi untuk mengetahui cara pendistribusian yang juga dapat mengetahui apakah obat tersebut palsu. Dan ada juga penerapan blockchain untuk pelacakan dan penelusuran perawatan kendaraan untuk mengatasi spare part palsu. Serta penerapan blockchain lainnya juga telah dikalukan yakni pelacakan dan penelusuran crowdworking, serta penerapan blockchain dalam industri perbankan.