Jangkau Pasar Internasional, Gerai Stasiun Jamu Siap Buru Market Place

LINTAS BISNIS – Guna menjangkau pasar lokal serta pasar internasional dengan peluang yang besar di masa Pandemi Covid-19, pelaku usaha JAMU meresmikan Gerai “Stasiun Jamu yang siap memburu market place di jagad dunia maya, dengan memberikan sebuah pilihan alternatif “hidup sehat dengan minuman sehat” tradisi turun temurun nenek moyang bangsa Indonesia.

“Stasiun jamu” hadir untuk menerima tantangan PARAMPAH INDONESIA untuk menelurkan para PERACIK REMPAH Nusantara dimana para peramu rempah ini juga merupakan aset bangsa yang perlu dilestarikan.

PARAMPAH INDONESIA itu sendiri adalah hasil besutan bapak DR Aries Muftie (Ketua Gerakan Desa Emas) dan Bpk. Subagiyo S.T (Ketua Aliansi Kuliner Indonesia) yang tergabung dalam kemitraan yaitu Kuliner Indonesia Desa Emas (KULINDES).

“Terobosan yang dilakukan oleh Stasiun Jamu adalah kombinasi layanan pesan antar daring diteruskan dengan keselarasan audio visual di media sosial. Rasa syukur kami panjatkan atas mulai berjalannya warung kami yang bernama “Stasiun Jamu,” ujar Owner Stasiun Jamu, Rudy Octave kepada awak media, Sabtu (23/4/2022).

Menurut dia, hal ini dimaksudkan untuk membentuk trust dimata costummer sehingga terbentuk sebuah gimmick yang telah dilakukan agar custommer lebih mengena lewat, “Pesan antar anda sampai di tangan anda, unggahan video nya bisa anda lihat di IG @stasiun.jamu”.

“Pesan yang ingin disampaikan adalah Peracikan minuman rempah di “Stasiun jamu” berada pada pola kebersihan yang dapat dipercaya, memakai sumber bahan campuran yang higienis dan layak konsumsi, serta dibantu dengan peralatan food grade yang memadai,” ucap Rudy.

Dia mengakui, Jamu sebagai obat modern dikalangan masyarakat dipercaya dapat digunakan sebagai salah satu cara menjaga kesehatan serta menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Indonesia dengan tingkat biodiversitas tertinggi kedua di dunia setelah Brasil Adalah sebuah fakta yang menunjukkan tingginya keanekaragaman sumber daya alam hayati yang dimiliki negara Indonesia. Dimana sumber kekayaan alam menjadi tulang punggung perkembangan ekonomi yang berkelanjutan atau yang biasa disebut green economy

Atas dasar fakta tersebut diatas, kata Rudy, maka pelaku usaha yang memanfaatkan sumber daya alam hayati masih memiliki peluang yang sangat besar untuk menjangkau pasar lokal serta pasar internasional. Dalam kemajuan teknologi informatika saat ini menembus pasar bukanlah menjadi masalah, kendala terbesar justru adalah bagaimana membentuk pasar dengan karakteristik yang dibutuhkannya.

“Potensi produk herbal atau jamu di Indonesia juga tercatat tinggi. Dalam setahun sebelum pandemi, nilai bisnis produk jamu di Indonesia berkembang pesat tiap tahunnya,” ungkap Rudy.

Dia menyampaikan, bahan pembuatan olahan jamu adalah 100 persen berasal dari sumber daya alam yang dapat diperbaharui, itulah sebabnya bisnis jamu sangat sustainable dengan ketersediaan material yang melimpah di tanah nusantara yang sejak dahulu kala terkenal akan surganya rempah-rempah dunia.