Atsiri diSarinah, Destinasi Baru Aromatic Wellness di Jakarta

LINTAS BISNIS – Memperkuat komitmennya untuk terus mewujudkan cita-cita besar bangsa melalui kekayaan aroma nusantara, Rumah Atsiri Indonesia membuka aromatic wellness playground pertama di Indonesia dengan nama Atsiri diSarinah. Menteri Koperasi & UKM Teten Masduki bersama Natasha Clairine sebagai Founder Rumah Atsiri Indonesia, Leonard Theosabrata selaku Komisaris PT Sarinah, Raden Prisya yang merupakan Mindfulness & Well Being Coach, beserta Andien Aisyah, Healthy Lifestyle Enthusiast & Public Figure meresmikan secara langsung Atsiri diSarinah, pada Kamis (2/6/22).

Dalam sambutannya Menteri Koperasi & UKM Teten Masduki menyebutkan bahwa UMKM menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. “Melihat geliat sektor wellness saat ini menjadi salah satu sektor yang sangat menjanjikan dan berpotensi mendatangkan nilai ekonomi yang besar, bukan tidak mungkin Indonesia dapat menjadi sektor wisata kesehatan yang unggul bahkan di pasar Global. Kehadiran Atsiri diSarinah dapat menjadi destinasi baru Aromatic Wellness di Ibukota yang mengusung potensi kearifan lokal nusantara,” jelasnya.

Mendorong pertumbuhan produk lokal dan perekonomian Indonesia tentunya sangat erat dengan sejarah awal Pabrik Citronella yang merupakan cikal bakal Rumah Atsiri Indonesia. Didirikan di kaki Gunung Lawu, Karanganyar, Jawa Tengah, pada tahun 1963 sebagai pabrik penyulingan terbesar di Asia dengan mimpi agar Indonesia menjadi produsen minyak atsiri yang diperhitungkan dalam industri global. Cita-cita besar mendorong ekonomi melalui pertanian dan perindustrian tanaman atsiri mekar dan tumbuh sejak saat itu.

Pabrik Citronella kini bertransformasi menjadi Rumah Atsiri, sebuah destinasi aromatic wellness berkelas dunia yang mulai membuka pintu bagi pengunjung sejak tahun 2018. Rumah Atsiri menjadi tempat bernaungnya berbagai kegiatan terkait minyak atsiri dan wellness yang senantiasa berusaha mengembangkan produk turunan dan menyediakan fasilitas keramahtamahan untuk menunjang harmonisasi tubuh, jiwa, dan spiritual melalui pengalaman aromatic sensory.

Founder Rumah Atsiri Indonesia Natasha Clairine menjelaskan Atsiri diSarinah memiliki luas 300meter persegi merupakan miniatur Rumah Atsiri dengan konsep yang telah disesuaikan dengan kebutuhan pasar lebih muda, “Dengan konsep aromatic wellness playground, kami mencoba mengedukasi masyarakat muda tentang kekayaan minyak atsiri nusantara dengan pendekatan yang playful (menyenangkan) dan eksperimental,” ungkapnya.

Menyasar generasi muda ibu kota, Sarinah dengan wajah baru menjadi pilihan lokasi yang tepat. Mengusung konsep Panggung Karya Indonesia, Sarinah juga memiliki latar belakang historis yang panjang dalam memperkenalkan produk-produk lokal ke pasar global. Fetty Kwartati selaku Direktur Utama PT Sarinah menyampaikan, “Sarinah yang telah bertransformasi, salah satu pilar utamanya adalah menyediakan wadah kreasi brand lokal keren termasuk produk gaya hidup dan wellness, terutama yang konten lokal kreasinya khas bahan-bahan nusantara. Atsiri adalah salah satu brand lokal unggul yang cocok dengan portfolio tenant Sarinah, apalagi brand ini telah berkualitas global dan bisa menjadi salah satu primadona wellness brand global. Kami bangga dapat bermitra dengan Atsiri dan berharap usaha ini berlanjut, kolaboratif, dan berkembang secara global,” jelasnya.

Gaya hidup lebih seimbang dan mindful kini memang semakin dipilih masyarakat urban. Raden Prisya, seorang Mindfullness & Well Being Coach menjelaskan, “Living in the moment atau mindful living adalah kita memiliki kesadaran penuh akan semua tindakan, pilihan, situasi, kondisi yang ada di sekeliling kita, sehingga hidup lebih terarah dan terbebas dari pikiran negatif. Ada empat langkah yang bisa kita lakukan untuk menjalani mindful living, yaitu: mengelola perhatian, menerima kondisi apa adanya, hadir atau present di saat ini, dan membiasakan meditasi. Untuk membantu kita mewujudkan keempat hal ini, kita bisa mengurangi distraksi dan membantu tetap fokus dengan menggunakan minyak atsiri yang memiliki kekuatan aromatic sensory,” tambahnya.

Meski memiliki konsep berbeda dengan Rumah Atsiri, pengunjung Atsiri diSarinah tetap dapat menjelajahi tiga pengalaman sekaligus. Pertama yakni mini museum aromaterapi yang interaktif. Di dalamnya ada ruangan aura yang membuat pengunjung dapat ‘melihat’ aroma dari tanaman-tanaman atsiri. Kedua, pengalaman bersantap dengan set menu yang sudah disesuaikan wellness plate ratio di restoran Atsiri Eat. Ketiga, kesempatan berbelanja produk minyak atsiri di Atsiri Shop. Bahkan pengunjung bisa membuat sendiri racikan produk sesuai dengan kepribadian dari preferensi diri sendiri.

Andien Aisyah sebagai Healthy Lifestyle Enthusiast & Public Figure membagikan respons positif dengan hadirnya Atsiri diSarinah. “Bagi saya minyak atsiri memiliki peran sangat penting dalam keseharian saya dan keluarga. Selain untuk mendukung relaksasi dari rutinitas dan kesibukan setiap hari, penggunaan minyak atsiri juga membuat saya lebih bersemangat, full of energy, dan tentunya fokus. Saya sangat senang Atsiri diSarinah akhirnya resmi dibuka karena lokasinya lebih dekat dengan tempat tinggal saya. Ini akan jadi pilihan terbaik bagi saya untuk melepas penat setelah seharian beraktivitas. My perfect sanctuary!” tegasnya.

“Selain berfokus menghadirkan produk minyak atsiri, kami juga mengutamakan konsep keberlanjutan dengan penggunaan furnitur hasil daur ulang plastik HDPE, mulai dari kursi resto, tray makan, hingga beberapa display dalam toko. Harapan kami Atsiri diSarinah mendapatkan sambutan hangat serta menjadi pilihan bagi para masyarakat ibu kota dan sekitarnya untuk mendapatkan pengalaman aromatic wellness yang menyenangkan dan berkelanjutan,” ungkap Natasha sambil menutup sesi media.