LINTAS BISNIS – Pendidikan merupakan tonggak utama bagi kemajuan suatu bangsa. Supaya mampu memiliki sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, unggul, dan berdaya saing tinggi, sistem dan kualitas pendidikan yang dimiliki oleh suatu negara juga harus baik. Nelson Mandela pernah berkata bahwa pendidikan merupakan senjata paling ampuh yang dapat digunakan untuk mengubah dunia. Perkataan tersebut selaras dengan apa yang disebutkan oleh Global Partnership for Education, bahwa pendidikan adalah bagian dari hak asasi manusia yang memiliki peranan penting dalam pembangunan manusia, sosial, dan ekonomi.
Dengan pendidikan yang baik, seseorang mampu memiliki peluang untuk mendapatkan kesempatan mengejar karir yang bagus dan memiliki kualitas hidup yang baik pula.
Akan tetapi, Indonesia masih dihadapkan pada permasalahan-permasalahan pendidikan, salah satunya yakni mengenai implementasi kurikulum pendidikan.
Sejak merdeka, kurikulum yang ada di Indonesia selalu berubah-ubah. Namun, dampaknya tidak terlalu signifikan ketika dilihat di lingkup pengajaran berbagai institusi pendidikan. Oleh karena itu, perlu adanya sinergi yang baik antara lembaga pendidikan, institusi pendidikan serta para pendidik. Untuk dapat memiliki sumber daya manusia dengan daya saing yang tinggi di kancah internasional, diperlukan adanya upaya-upaya penyerapan dan pengaplikasian hal-hal positif yang telah terbukti berdampak baik di negara-negara dengan sistem pendidikan maju.
Sistem pendidikan dan kurikulum yang baik tentunya juga akan membantu generasi muda untuk dapat menjadi penerus bangsa yang gemilang.
Sayangnya, Indonesia masih berada di peringkat ke-54 dari 78 negara yang mengikuti pemeringkatan negara dengan pendidikan terbaik tahunan di tahun 2021. Peringkat tersebut meningkat sedikit dari tahun sebelumnya, di mana Indonesia menduduki peringkat ke-55. Sementara, negara yang memiliki peringkat pendidikan terbaik adalah Amerika Serikat. Apabila berkaca dari sistem pendidikan Amerika, mereka lebih mengedepankan pembelajaran langsung atau praktikan sebagai landasan utama dari sistem pendidikannya. Sementara, di Indonesia kurikulumnya lebih banyak yang menekankan pada materi atau teori.
Teknik belajar dengan sistem praktik lebih memudahkan murid untuk mengingat apa yang diajarkan oleh pada pengajar. Selain itu, di Amerika juga dibebaskan untuk memilih subjek pembelajaran apa saja yang diminati oleh para murid. Pendekatan-pendekatan tersebut lah yang membuat sistem pendidikan di Indonesia dengan di negara maju, khususnya Amerika, terlihat sangat berbeda. Cara yang dipakai oleh sistem pendidikan Amerika mampu membuat murid lebih paham dan mengenali keinginan serta keterampilan-keterampilan apa saja yang ingin ia kembangkan. Dengan begitu, para murid akan memiliki kekuatan di bidang yang disenanginya, dan membuatnya mampu bersaing dengan baik di kancah global.
Salah satu institusi pendidikan tinggi yang telah menyediakan kualitas pendidikan internasional adalah Sampoerna University. Rektor Sampoerna University Dr. Wahdi Yudhi menyatakan bahwa Sampoerna University merupakan satu-satunya universitas di Indonesia yang menawarkan kurikulum berstandarkan pendidikan di Amerika.
“Dengan standar nasional dan internasional, Sampoerna University berkomitmen untuk selalu memberikan kontribusi substantif kepada masyarakat Indonesia melalui pendidikan. Hal ini selaras dengan misi kami untuk mendorong akselerasi pengembangan pemimpin masa depan Indonesia yang siap berkompetisi di kancah global,” jelas Wahdi Yudhi.
Sampoerna University merupakan institusi pendidikan tinggi di Indonesia yang sudah terakreditasi dan menawarkan opsi terbaik bagi mereka yang mencari sistem pendidikan setara dengan sistem pendidikan di Amerika. Hal tersebut dikarenakan fakultas, fasilitas, serta segala kegiatan operasionalnya mengikuti standar pendidikan di Amerika. Sampoerna University juga berkolaborasi dengan University of Arizona, dan menawarkan program Bernama Mirroring Bachelor’s yang mampu membuat mahasiswanya lulus dari program S1 dengan gelar dari dua universitas tersebut, dengan durasi studi normal yaitu 4 tahun.
Pemilihan kurikulum berstandar Amerika didasarkan pada fakta bahwa 40% dari 200 universitas terbaik di dunia berada di Amerika. University of Arizona sendiri, yang merupakan partner dari Sampoerna University, menduduki peringkat 46 terbaik di dunia berdasarkan data dari Council for World University Rankings (CWUR). Dengan program-program, fasilitas, kurikulum, serta kualitas pengajar yang ditawarkan oleh Sampoerna University, diharapkan pada mahasiswa mampu memiliki keterampilan dan kepercayaan tinggi, sehingga mampu membuka berbagai pintu dan kesempatan untuk berkarir dengan bagus, baik di kancah nasional maupun internasional.
Berdampaknya kurikulum berstandar internasional dibuktikan dengan hasil positif oleh para alumni Sampoerna University. 94% alumni dari universitas tersebut berhasil memperoleh pekerjaan dalam kurun waktu 3 bulan pasca-lulus, baik di Indonesia sendiri maupun bekerja di luar negeri. Hal tersebut membuktikan bahwa dengan kurikulum dan sistem pendidikan yang baik, kualitas sumber daya manusia yang dihasilkan pun juga akan meningkat. Apabila kualitas sumber daya manusianya baik, maka mereka juga akan membawa kemajuan bagi Indonesia untuk mampu melebarkan sayapnya di kancah dunia.



