Home / Pendidikan / Perpusnas Perkuat Kapasitas Pustakawan dalam Pemanfaatan AI untuk Transformasi Digital

Perpusnas Perkuat Kapasitas Pustakawan dalam Pemanfaatan AI untuk Transformasi Digital

LINTAS BISNIS -:Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) menegaskan komitmennya untuk terus mendorong transformasi digital perpustakaan. Tidak hanya itu, Perpusnas juga memperkuat peran pustakawan sebagai pengelola pengetahuan di era teknologi.

Salah satunya melalui kolaborasi dengan Universitas Mercu Buana dan Forum Perpustakaan Digital Indonesia (FPDI) dalam penyelenggaraan lokakarya pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bagi pustakawan, Rabu (22/4/2026), di Jakarta.

Lokakarya ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat Universitas Mercu Buana yang juga mendukung rangkaian Hari Bakti Perpusnas.

Sekretaris Utama Perpusnas, Joko Santoso, menegaskan bahwa perkembangan AI menjadi momentum strategis bagi transformasi perpustakaan menuju layanan yang lebih adaptif dan modern. Menurutnya, pemanfaatan teknologi ini tidak hanya relevan, tetapi menjadi kebutuhan dalam menjawab perubahan perilaku pemustaka di era digital.

“Artificial Intelligence merupakan teknologi simulasi kecerdasan manusia pada mesin untuk belajar, bernalar, memecahkan masalah, dan membuat keputusan secara mandiri,” ujar Joko Santoso.

Ia menambahkan, pemanfaatan AI berpotensi mendorong transformasi perpustakaan konvensional menjadi smart library yang mampu meningkatkan kualitas layanan literasi. “Penggunaan kecerdasan buatan memungkinkan sistem komputer mensimulasikan kemampuan manusia dalam belajar dan memecahkan masalah guna meningkatkan kecakapan literasi,” katanya.

Joko juga mengungkapkan bahwa tren layanan digital Perpusnas terus meningkat signifikan. “Tingkat kunjungan layanan online Perpustakaan Nasional rata-rata tiga kali lipat dari layanan onsite. Ini menunjukkan kebutuhan nyata kita untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kepala Perpusnas dalam membangun “jenama baru pustakawan” melalui penguatan kompetensi berbasis teknologi informasi. “Salah satu kapabilitas yang harus kita kuasai adalah kemampuan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, termasuk AI, dalam mendukung tugas kepustakawanan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Data dan Informasi Perpusnas, Wiratna Tritawirasta, menjelaskan bahwa lokakarya ini dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan teknologi yang menuntut pustakawan untuk terus beradaptasi.

“Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat, khususnya dalam bidang kecerdasan buatan, telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai sektor, termasuk di dunia perpustakaan,” ujar Wiratna.

Ia menambahkan, kegiatan ini menjadi sarana peningkatan kapasitas pustakawan dalam memahami konsep hingga implementasi AI. “Lokakarya ini dimaksudkan sebagai sarana peningkatan kapasitas, kapabilitas, dan wawasan pustakawan dalam memahami konsep, manfaat, dan implementasi kecerdasan buatan dalam pekerjaan kepustakawanan,” jelasnya.

Lokakarya bertema “Pemanfaatan Kecerdasan Buatan sebagai Asisten Kerja dalam Administrasi, Komunikasi, dan Literasi Informasi bagi Pustakawan”. Tujuan penyelenggaraannya, meningkatkan kapasitas pustakawan dalam mengoptimalkan teknologi AI untuk mendukung kinerja yang lebih efektif dan efisien.

Dalam sesi materi, para narasumber dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Mercu Buana memaparkan berbagai implementasi AI di lingkungan perpustakaan. Materi mencakup pemanfaatan AI sebagai asisten kerja dalam penyusunan dokumen, pengolahan informasi, hingga penguatan komunikasi berbasis data.

Pemateri Fajar Masya menekankan bahwa AI dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas pustakawan. “AI dapat membantu menyusun laporan, merangkum dokumen, hingga membuat draft tulisan dalam waktu singkat, sehingga pekerjaan administratif menjadi lebih efisien,” ujarnya.

Sementara itu, Inge Handriani dan Nia Rahma Kurniananda memaparkan pemanfaatan generative AI untuk mendukung pembuatan konten dan media publikasi perpustakaan. Mereka menilai teknologi ini mampu mempercepat produksi konten sekaligus meningkatkan kualitas komunikasi visual perpustakaan.

Adapun Sulis Sandiwarno memperkenalkan konsep SmartLib-AI, yaitu sistem peminjaman buku digital berbasis kecerdasan buatan dengan kontrol akses otomatis untuk meningkatkan keamanan dan efisiensi layanan perpustakaan.

Melalui kegiatan ini, Perpusnas menegaskan komitmennya untuk terus mendorong transformasi perpustakaan berbasis teknologi serta memperkuat peran pustakawan sebagai pengelola pengetahuan yang adaptif di era digital.

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *