Home / Lifestyle / Garmin: Aktivitas Lari di Indonesia Naik 46 Persen, Trail Running Melonjak 74 Persen

Garmin: Aktivitas Lari di Indonesia Naik 46 Persen, Trail Running Melonjak 74 Persen

LINTAS BISNIS – Garmin Indonesia merilis laporan data global running dan cycling yang menggambarkan bagaimana komunitas pengguna Garmin di berbagai negara mencatat aktivitas olahraga mereka sepanjang tahun terakhir.

Bertepatan dengan momentum Global Running Day dan World Bicycle Day, laporan tersebut menunjukkan bahwa lari dan bersepeda masih menjadi dua aktivitas favorit untuk menjaga kebugaran, membangun konsistensi latihan, serta meningkatkan performa.

Secara global, Garmin mencatat peningkatan aktivitas lari yang cukup signifikan. Pelari melakukan hampir 13 persen lebih banyak sesi indoor running dan 3 persen lebih banyak outdoor running dibandingkan periode sebelumnya. Tren ini menunjukkan semakin tingginya fleksibilitas pelari dalam menyesuaikan latihan, baik di treadmill, lintasan indoor, jalan raya, maupun area luar ruangan lainnya.

Di Indonesia, peningkatan aktivitas lari terlihat lebih menonjol. Berdasarkan data Garmin Connect, sepanjang Januari hingga Mei 2026 tercatat lebih dari 5,1 juta aktivitas lari. Jumlah tersebut meningkat sekitar 46 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai sekitar 3,5 juta aktivitas.

Popularitas trail running juga terus meningkat. Selama Januari hingga Mei 2026, pengguna Garmin di Indonesia mencatat sekitar 58 ribu aktivitas trail run, naik sekitar 74 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di kisaran 33 ribu aktivitas.

Sementara itu, aktivitas outdoor cycling turut menunjukkan tren positif. Garmin Connect mencatat sekitar 359 ribu aktivitas bersepeda sepanjang Januari hingga Mei 2026, meningkat 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 276 ribu aktivitas.

Latihan Lari Semakin Terstruktur

Laporan Garmin menunjukkan adanya pergeseran pola olahraga lari ke arah latihan yang lebih terencana dan berbasis target. Secara global, rata-rata pelari mencatat jarak 4,82 mil atau sekitar 7,76 kilometer per aktivitas. Kelompok usia 50 hingga 59 tahun menjadi salah satu yang paling konsisten dengan rata-rata jarak 5,1 mil atau sekitar 8,2 kilometer per sesi.

Rata-rata pace pelari global tercatat 9 menit 21 detik per mil untuk pria dan 10 menit 11 detik per mil untuk wanita.

Di Indonesia, pengguna Garmin mencatat rata-rata jarak lari 4,2 mil atau sekitar 6,8 kilometer per aktivitas dengan durasi rata-rata 45,5 menit. Rata-rata pace pelari Indonesia berada di angka 10 menit 50 detik per mil atau sekitar 6 menit 44 detik per kilometer.

Data tersebut menunjukkan bahwa pelari Indonesia memiliki pola latihan yang cukup konsisten dengan durasi latihan yang mendekati 46 menit setiap sesi.

Garmin juga menemukan bahwa bulan Agustus menjadi periode dengan total jarak lari tertinggi secara global, sedangkan hari Sabtu menjadi waktu favorit pelari untuk menempuh jarak yang lebih panjang. Selain itu, Half Marathon Training Plan menjadi program latihan paling populer yang digunakan melalui Garmin Coach.

“Data ini menunjukkan bahwa olahraga kini menjadi bagian yang semakin fleksibel dari gaya hidup, termasuk di Indonesia. Pelari tidak hanya mengejar jarak atau kecepatan, tetapi juga mulai memahami pentingnya konsistensi, recovery, serta variasi latihan,” ujar Chandrawidhi Desideriani, Marketing Communications Senior Manager Garmin Indonesia.

Menurutnya, melalui ekosistem Garmin, pengguna dapat memantau perkembangan performa secara lebih menyeluruh, mulai dari pace, jarak, VO2 Max, kualitas tidur, hingga kesiapan tubuh untuk berlatih.

Bersepeda Jadi Pilihan Latihan Endurance

Tidak hanya lari, aktivitas bersepeda juga menunjukkan pertumbuhan yang kuat di komunitas Garmin. Secara global, rata-rata pesepeda mencatat jarak 28,59 mil atau sekitar 46 kilometer per perjalanan dengan durasi rata-rata 115 menit.

Aktivitas bersepeda paling banyak dilakukan pada hari Minggu, sementara Agustus menjadi bulan paling populer untuk seluruh aktivitas cycling.

Di Indonesia, pengguna Garmin mencatat rata-rata jarak bersepeda 27,8 mil atau sekitar 44,7 kilometer per aktivitas dengan durasi rata-rata 105,6 menit. Untuk outdoor cycling, rata-rata durasi mencapai 108,6 menit per aktivitas, sedangkan indoor cycling tercatat 53 menit.

Selain itu, rata-rata VO2 Max pesepeda Garmin di Indonesia berada pada angka 48,6 dengan rata-rata Functional Threshold Power (FTP) sekitar 213 watt.

Temuan ini menunjukkan bahwa bersepeda di Indonesia tidak lagi sekadar aktivitas rekreasi, tetapi telah menjadi bagian dari latihan endurance yang memerlukan konsistensi, pemantauan performa, dan pemahaman kondisi tubuh.

Dengan durasi rata-rata lebih dari satu jam 45 menit per perjalanan, pengguna Garmin di Indonesia menunjukkan kecenderungan menjadikan bersepeda sebagai aktivitas olahraga yang serius sekaligus menyenangkan.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Garmin menghadirkan berbagai perangkat yang dirancang bagi pelari dan pesepeda, mulai dari lini smartwatch seperti Forerunner, fēnix, dan Venu hingga perangkat cycling seperti Edge, Rally, Varia, serta Tacx.

Melalui laporan global running dan cycling ini, Garmin menegaskan komitmennya untuk menghadirkan teknologi yang membantu pengguna tetap aktif, memahami performa tubuh, serta membangun gaya hidup sehat secara berkelanjutan.

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *