LINTAS BISNIS – Harga Bitcoin (BTC) menguat pada perdagangan Selasa (7/7/2026), meski perusahaan publik pemegang Bitcoin terbesar di dunia, Strategy, menjual sebagian kepemilikan aset digitalnya untuk memenuhi kebutuhan pendanaan.
Berdasarkan data CoinMarketCap hingga pukul 07.30 WIB, harga Bitcoin naik 1,28% dalam 24 jam terakhir ke level US$64.177,54 per koin. Kenaikan tersebut turut mendorong kapitalisasi pasar kripto global naik 0,47% menjadi US$2,21 triliun.
Penguatan juga terjadi pada sejumlah aset kripto utama. Ethereum (ETH) naik 1,56% menjadi US$1.806, Solana (SOL) menguat 1,41% ke US$82,35, dan XRP bertambah 0,13% ke level US$1,14. Sebaliknya, Binance Coin (BNB) turun 0,14% menjadi US$586, sementara Dogecoin (DOGE) melemah 0,45% ke US$0,07.
Sentimen pasar sempat diwarnai aksi jual yang dilakukan Strategy. Mengutip CoinTelegraph, perusahaan tersebut menjual 3.588 Bitcoin dengan nilai sekitar US$216 juta atau sekitar Rp3,5 triliun.
Dalam dokumen yang disampaikan kepada US Securities and Exchange Commission (SEC), Strategy menjelaskan hasil penjualan digunakan untuk membayar dividen saham preferen sekaligus memperkuat posisi kas perusahaan.
Rinciannya, perusahaan menjual 1.363 Bitcoin pada harga rata-rata US$59.256 per BTC, kemudian melepas 2.225 BTC lainnya pada harga rata-rata US$60.773 per BTC.
Meski demikian, kepemilikan Bitcoin Strategy masih mencapai 843.775 BTC, sehingga perusahaan tersebut tetap menjadi pemegang Bitcoin korporasi terbesar di dunia.
Analis Bernstein menilai aksi korporasi tersebut tidak mencerminkan adanya tekanan likuiditas. Mereka memperkirakan Strategy masih memiliki kas yang cukup untuk memenuhi kewajiban pembayaran dividen dan bunga utang selama sekitar 17 bulan.
Bernstein juga mempertahankan pandangan bahwa Strategy masih berpotensi menjadi pembeli bersih (net buyer) Bitcoin dalam jangka panjang. Menurut mereka, keberadaan perusahaan tersebut dapat menjadi penopang pasar di tengah aksi jual yang dilakukan sejumlah perusahaan penambang Bitcoin di Amerika Serikat untuk membiayai ekspansi bisnis kecerdasan buatan (AI).
Dari sisi teknikal, prospek Bitcoin juga dinilai masih positif. Pencipta indikator Bollinger Bands, John Bollinger, menyebut pergerakan harga Bitcoin masih menunjukkan peluang melanjutkan tren kenaikan apabila mampu mempertahankan momentum saat ini.
Dengan kombinasi sentimen pasar yang tetap kondusif, dukungan analisis teknikal, dan keyakinan bahwa aksi jual Strategy bersifat strategis, pelaku pasar masih melihat peluang penguatan Bitcoin dalam jangka menengah.






