LINTAS BISNIS – Persatuan Insinyur Indonesia (PII) bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tengah menyelesaikan pengukuran Indeks Keinsinyuran Daerah (IKD) di seluruh Indonesia hingga akhir Agustus 2026. Program ini menjadi salah satu agenda strategis nasional PII untuk memperkuat penerapan praktik keinsinyuran di lingkungan pemerintah daerah.
Selain pengukuran IKD, PII juga menyiapkan sejumlah agenda penting lainnya, mulai dari Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) PII, Seminar Nasional Teknologi Pertahanan, hingga menjadi tuan rumah Conference of the ASEAN Federation of Engineering Organizations (CAFEO) 44 yang akan berlangsung di Bandung pada 20–22 Oktober 2026.
Ketua Umum PII, Ilham Akbar Habibie, mengatakan paruh kedua 2026 menjadi periode penting bagi organisasi profesi insinyur tersebut.
“Dalam paruh kedua tahun 2026 ini, PII memiliki beberapa tanggung jawab besar berupa agenda nasional dan regional. Pertama, PII bersama Kementerian Dalam Negeri melakukan pengukuran Indeks Keinsinyuran Daerah. Lalu ada Rapimnas PII, Seminar Nasional Teknologi Pertahanan dan menjadi tuan rumah konferensi asosiasi insinyur se-ASEAN,” ujar Ilham dalam pertemuan bersama para pemimpin redaksi media di Graha Rekayasa Indonesia, Jakarta.
Menurut Ilham, Indeks Keinsinyuran Daerah atau Government Engineering Index merupakan inisiatif bersama PII dan Kemendagri untuk mengukur tingkat kepatuhan pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota dalam menerapkan praktik keinsinyuran sesuai ketentuan perundang-undangan.
Ia menjelaskan, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2024 tentang Keinsinyuran menegaskan bahwa praktik keinsinyuran harus memberikan perlindungan kepada tiga pihak, yakni insinyur sebagai pelaku profesi, pengguna jasa keinsinyuran, serta masyarakat sebagai penerima manfaat hasil pembangunan dan teknologi.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PII, Teguh Haryono, mengungkapkan proses pengukuran IKD saat ini masih berlangsung di seluruh Indonesia.
“Hasil pengukuran Indeks Keinsinyuran Daerah akan diumumkan kepada publik. Pemerintah daerah dengan capaian indeks tertinggi akan menerima Penghargaan Indeks Keinsinyuran Daerah yang direncanakan diberikan pada 29 Agustus 2026,” ujarnya.
Usai agenda nasional tersebut, PII akan menggelar Rapimnas 2026 yang dirangkai dengan Seminar Nasional bertema “Insinyur sebagai Garda Depan Disrupsi Teknologi Pertahanan” di Bandung pada 19 Oktober 2026.
Selanjutnya, Bandung akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan CAFEO 44, forum tahunan yang mempertemukan organisasi profesi insinyur dari 11 negara ASEAN pada 20–22 Oktober 2026.
Chairperson CAFEO 44 sekaligus Direktur Eksekutif PII, Santhi H. Serad, mengatakan seminar nasional tersebut akan diselenggarakan di Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Cimahi, sebagai pembuka rangkaian CAFEO 44.
Menurutnya, penyelenggaraan CAFEO 44 akan menghadirkan pengalaman berbeda bagi para delegasi melalui berbagai agenda working group dan technical visit di sejumlah lokasi strategis, antara lain PT Kereta Api Indonesia (KAI), PT Pindad, Museum Geologi Bandung, Gedung Balai Kota Bandung, Institut Teknologi Bandung (ITB), PT Dirgantara Indonesia (PTDI), PT Bio Farma, hingga kawasan Bumi Herbal Dago di Ciburial, Bandung.
Melalui rangkaian agenda tersebut, PII berharap Indonesia semakin memperkuat posisinya sebagai pusat kolaborasi dan inovasi keinsinyuran di kawasan ASEAN sekaligus mendorong peningkatan kualitas tata kelola pembangunan berbasis praktik keinsinyuran yang profesional.






