LINTAS BISNIS – Harga emas dunia melonjak pada perdagangan Jumat (7/8/2026), mencatat level tertinggi dalam tujuh minggu setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dari perkiraan meningkatkan spekulasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan menahan kenaikan suku bunga.
Mengutip CNBC, Sabtu (8/8/2026), harga emas spot naik 2,3% menjadi US$4.336,11 per ons troi. Sebelumnya, harga logam mulia tersebut bahkan sempat melesat lebih dari 3% dan mencapai level tertinggi sejak 17 Juni 2026.
Penguatan tersebut membawa emas menuju kinerja mingguan terbaik dalam tujuh bulan. Sepanjang pekan ini, harga emas telah menguat lebih dari 7%.
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS turut menguat 2,3% menjadi US$4.396,90 per ons troi.
Data Tenaga Kerja AS Jadi Pendorong Harga Emas
Kenaikan harga emas terjadi setelah pasar mencermati data terbaru tenaga kerja AS. Biro Statistik Tenaga Kerja AS mencatat jumlah tenaga kerja nonpertanian justru berkurang 23.000 pekerjaan pada Juli 2026.
Angka tersebut jauh di bawah ekspektasi ekonom yang disurvei Reuters. Sebelumnya, para ekonom memperkirakan terdapat penambahan sekitar 80.000 pekerjaan.
Tidak hanya itu, data Juni juga direvisi turun. Jika sebelumnya tercatat penambahan 20.000 pekerjaan, angka tersebut kemudian direvisi menjadi lebih rendah.
Melemahnya pasar tenaga kerja meningkatkan ekspektasi bahwa The Fed memiliki ruang untuk mempertahankan suku bunga dan tidak melakukan kenaikan dalam waktu dekat.
Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger, mengatakan data pekerjaan yang lebih lemah dari perkiraan memperkuat skenario tersebut.
“Data pekerjaan yang lebih lemah dari perkiraan menghadirkan skenario di mana The Fed kemungkinan besar tidak akan menaikkan suku bunga pada pertemuan berikutnya,” kata Meger.
Menurut Meger, tekanan terhadap harga energi serta meningkatnya kemungkinan The Fed menahan suku bunga juga dapat memberikan tekanan terhadap dolar AS.
Pelemahan dolar menjadi sentimen positif bagi harga emas karena membuat logam mulia tersebut relatif lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lainnya.
Peluang Kenaikan Suku Bunga The Fed Menurun
Ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter The Fed turut berubah setelah rilis data ketenagakerjaan tersebut.
Pasar berjangka suku bunga kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September hanya 43,9%, turun dari 57% sebelum data tenaga kerja diumumkan.
Sebaliknya, peluang The Fed mempertahankan suku bunga pada September meningkat menjadi 60,4%, dari sebelumnya 43,2%.
Suku bunga yang lebih rendah cenderung meningkatkan daya tarik emas. Pasalnya, emas tidak memberikan imbal hasil berupa bunga. Ketika imbal hasil aset berbasis bunga menurun, emas menjadi relatif lebih menarik bagi investor.
UBS Ramal Harga Emas Capai US$5.000
Prospek harga emas juga mendapat dukungan dari UBS. Dalam catatannya pada Jumat, UBS memperkirakan harga emas dapat mencapai US$5.000 per ons troi pada paruh pertama 2027.
Proyeksi tersebut menunjukkan masih kuatnya optimisme terhadap prospek emas di tengah perubahan ekspektasi suku bunga, pergerakan dolar AS, serta ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.
Dari sisi geopolitik, Presiden AS Donald Trump mengatakan dirinya meyakini perang dengan Iran akan segera berakhir.
Perkembangan geopolitik tersebut tetap menjadi perhatian pasar logam mulia. Emas secara historis kerap menjadi salah satu aset yang diburu investor ketika ketidakpastian global meningkat.
Platinum dan Paladium Ikut Menguat
Penguatan tidak hanya terjadi pada emas. Sejumlah logam mulia lainnya juga mencatat kenaikan pada perdagangan Jumat.
Harga spot platinum naik 3% menjadi US$63,31 per ons troi. Sementara itu, paladium menguat 1,2% menjadi US$1.749,95 per ons.
Logam lainnya juga naik 0,8% menjadi US$1.380,53 per ons.
Ketiga logam tersebut juga berada di jalur mencatatkan kenaikan secara mingguan.
Dengan kombinasi data tenaga kerja AS yang melemah, perubahan ekspektasi suku bunga The Fed, potensi pelemahan dolar AS, serta ketidakpastian geopolitik, harga emas masih berpeluang menjadi perhatian utama investor pada perdagangan berikutnya.






