Home / Lifestyle / Lady Vien Kenakan Busana Kawasaran Minahasa di Video Klip “Warna Warni Indonesia”

Lady Vien Kenakan Busana Kawasaran Minahasa di Video Klip “Warna Warni Indonesia”

LINTAS BISNIS – Keberagaman budaya Indonesia menjadi salah satu pesan yang diangkat dalam video klip lagu “Warna Warni Indonesia”. Salah satu elemen yang memperkuat pesan tersebut adalah penampilan Lady Vien yang mengenakan busana Kawasaran dari Minahasa, Sulawesi Utara.

Bagi Lady Vien, keterlibatannya sebagai model dalam video klip tersebut menjadi pengalaman yang berkesan. Ia tidak hanya tampil di depan kamera, tetapi juga mendapat kesempatan mengenakan busana tradisional lengkap dengan berbagai aksesori yang memiliki makna budaya.

“Aku senang banget kepilih jadi model video klip lagu terbaru ‘Warna Warni Indonesia’. Kali ini aku pakai baju dari Minahasa, Sulawesi Utara,” ujar Lady Vien saat ditemui di Jakarta.

Busana yang dikenakan Lady Vien mengacu pada tradisi Kawasaran, salah satu warisan budaya Minahasa yang berkaitan dengan sosok Waraney, atau ksatria Minahasa.

Kawasaran memiliki filosofi mengenai perlindungan. Istilah tersebut berasal dari kata “kawak” yang berarti melindungi dan “asaran” yang bermakna sama atau berlaku seperti. Filosofi itu menggambarkan semangat untuk menjadi pelindung tanah, negeri, dan kehidupan sebagaimana para leluhur pada masa lalu.

Busana Tradisional dengan Konsep Berkelanjutan
Tidak hanya memiliki nilai budaya, busana yang dikenakan Lady Vien juga dirancang dengan pendekatan sustainable fashion.

Bagian dasar busana menggunakan kayu alam yang diikat dengan kain tenun pampele dan dipadukan dengan kain tenun kaiwu patola. Sementara itu, tata busana dan aksesori dibuat tanpa menggunakan material hewan asli.

Bagi Lady Vien, setiap bagian dari busana tersebut memberikan pengalaman baru. Ia mengaku tertarik dengan detail, material, serta makna yang terkandung di balik aksesori yang digunakan.

“Ini sesuatu yang beda karena aku belum pernah video klip memakai pakaian adat seperti ini, lengkap dengan aksesori. Detail-detailnya benar-benar aku suka dan ternyata ada artinya juga,” tuturnya.

Ia juga mengapresiasi penggunaan material alami yang memberikan karakter tersendiri pada busana tersebut.

“Bagus banget, keren. Bahannya juga dari bahan-bahan alami,” kata Lady Vien.

Kesempatan tersebut sekaligus memperluas pengalaman Lady Vien dalam mengenakan busana tradisional dari berbagai daerah di Indonesia. Sebelumnya, ia pernah menggunakan pakaian adat Jawa dan Bali.

“Aku sudah pernah pakai pakaian Jawa dan Bali. Sekarang dapat kesempatan untuk pakai pakaian Minahasa. Aku suka banget karena bisa mencoba sesuatu yang baru,” ujarnya.

Simbol Penghormatan kepada Para Waraney
Bagi Lady Vien, penggunaan Kawasaran dalam video klip bukan semata-mata untuk kepentingan visual. Busana tersebut menjadi simbol penghormatan kepada para Waraney yang dikenal sebagai ksatria Minahasa dan bagian dari sejarah perjuangan bangsa.

Semangat tersebut juga ingin diteruskan kepada generasi muda agar memiliki jiwa ksatria dalam konteks masa kini, yakni melalui semangat untuk berkarya, menjaga budaya, dan berkontribusi dalam memajukan Indonesia.

Lady Vien menilai keberagaman budaya merupakan salah satu kekuatan Indonesia. Perbedaan suku, tradisi, dan budaya seharusnya menjadi kekayaan yang mempererat kehidupan masyarakat.

“Yang penting kita menyatakan cinta kepada Indonesia. Kita hidup berdampingan dengan teman-teman kita meskipun kita berbeda,” ungkapnya.

Pesan tersebut menjadi semakin relevan karena “Warna Warni Indonesia” hadir menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Melalui musik dan visual yang menampilkan keberagaman budaya, karya tersebut berupaya mengajak masyarakat untuk melihat perbedaan sebagai bagian dari identitas Indonesia.

Lady Vien berharap karya tersebut dapat mendorong generasi muda untuk lebih mengenal sekaligus ikut menjaga kekayaan budaya nasional.

“Indonesia itu kaya banget, baik dari alam maupun budayanya. Jadi alam dan budaya kita harus terus dilestarikan,” katanya.

Melibatkan Delapan Penyanyi
Lagu “Warna Warni Indonesia” melibatkan delapan penyanyi, yaitu Sarwana, Feline Xiao, Lidya Lau, Ari Sanjaya, Bemby Noor, Fryda Lucyana, Dea Mirella, dan Tessa Mariska.

Sutradara sekaligus produser Marcos Tjung mengatakan, menyatukan delapan penyanyi dengan jadwal yang berbeda menjadi tantangan tersendiri dalam proses produksi.

Keterbatasan waktu membuat proses rekaman dan pengambilan gambar dilakukan dalam waktu yang sangat singkat.

“Aku coba hari itu saja, benar-benar dari rekaman hari itu juga, syuting hari itu juga. Karena ngumpulin mereka itu yang nggak mungkin,” ujar Marcos.

Meski proses produksi dilakukan dengan waktu terbatas, konsep visual tetap diarahkan untuk memperkuat pesan utama lagu. Kehadiran Lady Vien dengan busana Kawasaran menjadi salah satu bagian yang merepresentasikan keberagaman budaya Nusantara.

Bagi Lady Vien, keterlibatannya dalam “Warna Warni Indonesia” menjadi lebih dari sekadar pengalaman tampil dalam sebuah video klip. Ia juga mendapat kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya Minahasa sekaligus menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga identitas dan warisan budaya Indonesia.

Perpaduan musik, busana tradisional, dan seni budaya tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari semangat merayakan kemerdekaan sekaligus mengingatkan generasi muda bahwa keberagaman merupakan salah satu kekuatan utama Indonesia.

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *