LINTAS BISNIS – Sahid Hotel & Resorts memperluas bisnis pengelolaan hotel dengan menggandeng PT Cipta Sinergi Berkarya Sejahtera untuk mengelola De Auraya Villas, resor bintang empat di Pangandaran, Jawa Barat. Resor dengan investasi pembangunan Rp70 miliar ini dijadwalkan mulai beroperasi secara komersial pada Desember 2026.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pengelolaan De Auraya Villas oleh President Director Sahid Hotel & Resorts Hariyadi B. Sukamdani dan perwakilan PT Cipta Sinergi Berkarya Sejahtera pada Kamis (8/10/2026). Penandatanganan disaksikan President Commissioner Sahid Hotel & Resorts Wiryanti Sukamdani.
Hariyadi mengatakan Pangandaran memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan Jawa Barat. Selain pantai, kawasan ini menawarkan beragam aktivitas wisata alam dan petualangan, mulai dari susur sungai hingga arung jeram.
Menurutnya, potensi tersebut menjadi peluang bagi industri perhotelan untuk menghadirkan akomodasi yang mampu memenuhi kebutuhan wisatawan keluarga maupun generasi muda.
“Destinasi wisata di Pangandaran sangat menarik dan memiliki potensi wisata yang luar biasa,” ujar Hariyadi seusai penandatanganan kerja sama di Sahid Building, Jakarta.
Menyasar Wisata Keluarga dan Segmen MICE
De Auraya Villas managed by Sahid dirancang untuk menggabungkan pengalaman menginap di resor bintang empat dengan fasilitas rekreasi dan kebutuhan bisnis. Kehadiran fasilitas meeting, incentive, convention, and event (MICE) juga membuka peluang bagi resor ini untuk melayani kegiatan perusahaan dan pertemuan berskala kelompok.
President Commissioner Sahid Hotel & Resorts Wiryanti Sukamdani menilai Pangandaran memiliki daya tarik bagi wisatawan dari Bandung dan Jakarta, terutama keluarga serta generasi Z yang mencari pengalaman liburan aktif.
Menurutnya, wisatawan muda tidak hanya tertarik pada keindahan alam, tetapi juga aktivitas seperti banana boat dan arung jeram.
Meski memiliki potensi besar, pengembangan pariwisata Pangandaran masih menghadapi tantangan aksesibilitas. Hariyadi menyoroti keterbatasan transportasi umum, khususnya konektivitas kereta api menuju kawasan wisata tersebut.
Ia berharap pemerintah melalui Kementerian Perhubungan bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) dapat mempertimbangkan peningkatan frekuensi perjalanan kereta menuju Stasiun Banjar. Peningkatan konektivitas dinilai dapat mempermudah perjalanan wisatawan dari Jakarta dan wilayah lainnya.
Sementara itu, pihak pengembang juga berharap peningkatan infrastruktur jalan, termasuk rencana akses jalan tol, dapat mendukung pertumbuhan kunjungan wisatawan ke Pangandaran.
Investasi Rp70 Miliar, Tawarkan 152 Kamar
Direktur PT Cipta Sinergi Berkarya Sejahtera Timotius Sudarmono mengungkapkan pembangunan De Auraya Villas telah dimulai sejak Agustus 2025. Resor tersebut ditargetkan menjalani soft opening pada Desember 2026, menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2027.
Dengan nilai investasi Rp70 miliar, De Auraya Villas menyediakan total 152 kamar yang terbagi dalam lima tipe, yakni Deluxe sebanyak 48 kamar, Premiere Room 48 kamar, Junior Suite 40 kamar, Family Suite delapan kamar, serta Villa 3BR sebanyak delapan unit.
Untuk menunjang pengalaman menginap, resor ini dilengkapi ballroom, ruang pertemuan, restoran, empat kolam renang, area bermain anak, pool bar, pusat kebugaran, serta thematic family suites.
Dari sisi akses, lokasi De Auraya Villas disebut berjarak sekitar 40 menit dari Bandara Nusawiru dan sekitar satu jam 15 menit dari Stasiun Banjar.
Timotius mengatakan pengembangan resor tersebut didorong oleh potensi pariwisata Pangandaran yang dinilai masih dapat berkembang lebih jauh, terutama apabila didukung peningkatan infrastruktur transportasi.
Vila Mulai Rp1,8 Miliar untuk Investor
Selain menyediakan akomodasi bagi wisatawan, pengembang juga menawarkan sejumlah unit vila untuk dimiliki masyarakat umum. Unit tersebut dibanderol mulai Rp1,8 miliar, dengan luas tanah 120 meter persegi dan luas bangunan 152 meter persegi.
Menurut Timotius, unit vila yang dijual akan tetap dikelola oleh Sahid Hotel & Resorts. Skema tersebut ditujukan bagi pembeli yang ingin memiliki properti untuk kebutuhan liburan pribadi maupun mempertimbangkan penyewaan kepada wisatawan.
“Vila yang dijual ini juga dikelola oleh Sahid Hotel & Resorts sehingga cocok bagi investor yang ingin memiliki tempat liburan atau bahkan disewakan untuk masyarakat umum sebagai passive income,” kata Timotius.
Dengan kombinasi akomodasi, fasilitas rekreasi, layanan MICE, dan kepemilikan vila, De Auraya Villas diharapkan dapat menangkap peluang pasar wisata Pangandaran. Namun, perkembangan bisnis resor ini juga akan bergantung pada daya tarik destinasi dan peningkatan akses transportasi menuju kawasan tersebut.









