Home / Bisnis / Bitcoin Menguat ke US$83.588, Pasar Tunggu Sinyal Strategy

Bitcoin Menguat ke US$83.588, Pasar Tunggu Sinyal Strategy

LINTAS BISNIS – Harga Bitcoin (BTC) menguat pada perdagangan Senin (12/10/2026), di tengah spekulasi investor mengenai kemungkinan pembelian Bitcoin lanjutan oleh Strategy. Spekulasi tersebut muncul setelah Chairman Strategy, Michael Saylor, mengunggah pesan yang mengisyaratkan ketertarikan terhadap aset kripto tersebut.

Berdasarkan data CoinMarketCap pada pukul 06.35 WIB, Bitcoin naik 0,76% ke level US$83.588,65 per koin, setara sekitar Rp1,49 miliar dengan asumsi kurs Rp17.891 per dolar AS.

Penguatan juga terjadi di pasar kripto secara keseluruhan. Kapitalisasi pasar kripto global meningkat 0,81% dalam 24 jam terakhir menjadi US$2,83 triliun. Indeks CoinDesk 20 yang mengukur kinerja 20 aset kripto terbesar turut naik 0,99%.

Sementara itu, Ethereum (ETH) menguat 1,15% ke US$2.533, sedangkan Binance Coin (BNB) naik 0,38% menjadi US$753.

Unggahan Michael Saylor Picu Spekulasi

Mengutip Cointelegraph, Michael Saylor mengunggah pesan melalui platform X pada Minggu (11/10/2026) yang menarik perhatian komunitas Bitcoin.

“Selalu ada ruang untuk lebih banyak warna oranye,” tulis Saylor, merujuk pada warna yang identik dengan Bitcoin.

Pernyataan tersebut memicu spekulasi bahwa Strategy berpotensi kembali menambah kepemilikan Bitcoin. Meski demikian, unggahan itu belum menjadi konfirmasi resmi mengenai transaksi pembelian terbaru perusahaan.

Pengumuman resmi melalui dokumen kepada Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) diperkirakan baru dapat dipantau setelah kantor federal AS kembali beroperasi pada Selasa (13/10/2026), menyusul libur Columbus Day.

Sebelumnya, Strategy justru mengalokasikan dana lebih besar untuk pembelian kembali saham preferen dibandingkan pembelian Bitcoin mingguan.

Berdasarkan formulir 8-K tertanggal 5 Oktober, Strategy membeli 334 BTC senilai US$28,7 juta selama periode 28 September hingga 4 Oktober. Transaksi tersebut menambah total kepemilikan perusahaan menjadi 848.000 BTC.

Dalam periode yang sama, perusahaan juga membeli kembali sekitar 1,77 juta saham preferen STRC senilai US$176,3 juta.

Dana Besar Tak Selalu untuk Membeli Bitcoin

Penggunaan dana Strategy turut menjadi perhatian analis independen Shanaka Anslem Perera. Ia menyoroti strategi alokasi modal perusahaan sepanjang kuartal III-2026.

Menurut Perera, Strategy menghimpun US$5,41 miliar melalui penerbitan saham biasa. Namun, kepemilikan Bitcoin perusahaan pada akhir kuartal tersebut hanya bertambah 1.666 BTC dibandingkan posisi akhir Juni.

Dalam buletin bulanannya mengenai Bitcoin dan pasar kripto, Perera mengacu pada dokumen SEC yang menunjukkan sekitar 9,5% dana yang dihimpun dialokasikan langsung untuk pembelian Bitcoin.

Dana lainnya digunakan untuk berbagai kebutuhan, termasuk cadangan dolar AS, kas, pembayaran dividen, serta pembelian kembali saham preferen.

“Penghimpunan modal tidak selalu berarti membeli Bitcoin,” kata Perera kepada Cointelegraph, Minggu.

Menurut dia, dana yang tetap disimpan sebagai kas masih dapat digunakan untuk pembelian Bitcoin pada masa mendatang. Penguatan neraca keuangan juga berpotensi memberikan manfaat bagi pemegang saham.

Bagi investor, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa besarnya dana yang dihimpun Strategy tidak otomatis berbanding lurus dengan penambahan kepemilikan Bitcoin.

Selain memantau jumlah Bitcoin yang dimiliki perusahaan, investor perlu memperhatikan posisi kas, utang, serta kewajiban saham preferen untuk menilai kondisi keuangan Strategy.

Dengan demikian, unggahan terbaru Saylor menjadi salah satu sinyal yang diperhatikan pasar, tetapi kepastian mengenai pembelian Bitcoin berikutnya tetap bergantung pada pengumuman resmi perusahaan.

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *