Home / Bisnis / Harga Emas Tertekan Minyak, BofA Ramal Tembus US$ 4.813 pada 2027

Harga Emas Tertekan Minyak, BofA Ramal Tembus US$ 4.813 pada 2027

LINTAS BISNIS – Harga emas dunia masih menghadapi tekanan di tengah lonjakan harga minyak yang dipicu perang Iran. Bank of America (BofA) memperkirakan pelemahan harga emas berpotensi berlanjut dalam jangka pendek, terutama selama risiko inflasi dan ketidakpastian geopolitik masih membayangi pasar.

Meski demikian, BofA memproyeksikan harga emas kembali menguat pada 2027. Bank tersebut memperkirakan harga emas rata-rata mencapai US$ 4.000 per ons troi pada kuartal IV-2026, sebelum meningkat menjadi US$ 4.813 per ons troi pada 2027.

Mengutip Mining.com, Senin (12/10/2026), prospek tersebut menunjukkan bahwa tekanan jangka pendek belum sepenuhnya mengubah pandangan BofA terhadap potensi kenaikan harga emas dalam jangka lebih panjang.

Pada perdagangan Selasa (13/10/2026), harga emas dunia tercatat turun 0,3496% ke level US$ 4.158 per ons troi saat berita ini ditulis.

Tekanan Harga Emas Belum Mereda

BofA mencatat harga emas mengalami tekanan dalam beberapa pekan terakhir, meskipun kepemilikan emas melalui exchange-traded funds (ETF) justru meningkat. Kondisi ini mengindikasikan bahwa kenaikan minat melalui instrumen investasi berbasis emas belum cukup kuat untuk menopang harga di tengah tekanan pasar.

Tekanan berpotensi semakin besar apabila investor mulai melepas kepemilikan emas mereka. Aksi jual tersebut dapat menambah pasokan di pasar dan memperdalam koreksi harga.

Selain itu, pembelian emas secara gabungan oleh bank sentral, China, dan India tercatat lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pasar emas fisik juga masih menunjukkan aktivitas yang lesu, berdasarkan masukan yang dihimpun dalam konferensi London Bullion Market Association (LBMA) pekan lalu.

Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi harga emas untuk kembali menguat dalam waktu dekat, terutama ketika sejumlah faktor makroekonomi masih bergerak tidak menguntungkan bagi logam mulia.

Harga Minyak dan Dolar AS Jadi Sorotan

Lonjakan harga minyak menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pelaku pasar karena berpotensi meningkatkan tekanan inflasi. Jika kenaikan harga energi mendorong inflasi bertahan tinggi, bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), dapat mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.

Suku bunga yang tinggi cenderung mengurangi daya tarik emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil bunga. Dalam situasi tersebut, investor dapat memilih instrumen lain yang menawarkan imbal hasil lebih menarik.

Penguatan dolar AS juga berpotensi menekan harga emas. Sebagai komoditas yang diperdagangkan dalam dolar AS di pasar global, emas umumnya menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain ketika dolar menguat.

Karena itu, kombinasi harga minyak yang tinggi, ekspektasi suku bunga yang tetap ketat, dan penguatan dolar AS dapat membatasi ruang kenaikan harga emas dalam jangka pendek.

BofA Tunggu Risiko Inflasi Mereda

Menurut BofA, harga emas kemungkinan baru mencapai titik terendah setelah kekhawatiran terhadap inflasi dan perang Iran mereda, penguatan dolar AS berhenti, serta The Fed mengakhiri siklus pengetatan kebijakan moneternya.

Perkembangan ketiga faktor tersebut akan menjadi penentu arah pergerakan emas selanjutnya. Meredanya tekanan inflasi dapat membuka ruang bagi perubahan ekspektasi kebijakan moneter, sementara pelemahan dolar AS berpotensi memberikan dukungan tambahan bagi harga logam mulia.

Untuk saat ini, investor masih perlu mencermati perkembangan geopolitik, pergerakan harga energi, dan sinyal kebijakan The Fed sebelum mengambil kesimpulan mengenai arah pasar emas.

Proyeksi BofA sebesar US$ 4.813 per ons troi pada 2027 memberikan gambaran potensi penguatan dalam jangka panjang. Namun, realisasi proyeksi tersebut tetap bergantung pada perubahan kondisi ekonomi global, perkembangan perang Iran, dan arah kebijakan moneter Amerika Serikat.

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *