Home / News / YDKI dan Primaya Hospital Perkuat Pendampingan Penyintas Stroke di Bekasi

YDKI dan Primaya Hospital Perkuat Pendampingan Penyintas Stroke di Bekasi

LINTAS BISNIS – Yayasan Duta Kreshna Indonesia (YDKI) memperluas jaringan pendampingan bagi pasien dan keluarga penyintas stroke dengan mengaktifkan Klub Stroke ke-44 melalui kolaborasi bersama Primaya Hospital Bekasi Barat, Sabtu (31/10/2026).

Peresmian klub tersebut digelar bersamaan dengan seminar awam dalam rangka memperingati Hari Stroke Sedunia bertajuk “Kenali Gejalanya, Selamatkan Nyawanya!” di Auditorium Lantai 7 Primaya Hospital Bekasi Barat.

Ketua Pembina YDKI, Gema Sasmita, mengatakan penanganan stroke perlu menjadi perhatian serius karena dampaknya tidak hanya menyangkut kesehatan individu, tetapi juga produktivitas dan ketahanan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, tingginya biaya pengobatan penyakit katastropik, termasuk stroke, menjadi tantangan bagi sistem jaminan kesehatan nasional. Karena itu, upaya pencegahan dan deteksi dini perlu diperkuat agar penanganan tidak hanya berorientasi pada pengobatan setelah penyakit terjadi.

“Stroke bukan semata krisis klinis perseorangan, melainkan ancaman nyata terhadap produktivitas peradaban bangsa. Kerugian ekonomi global akibat hilangnya produktivitas dan biaya penanganan stroke menembus lebih dari 890 miliar dollar AS per tahun dengan angka kematian global melampaui 6,5 juta jiwa. Di Tanah Air, beban pembiayaan katastropik penanganan stroke di BPJS Kesehatan bahkan telah melampaui angka fantastis Rp 37 triliun,” kata Gema dalam sambutannya.

Meski demikian, Gema menyebut sebagian besar kasus stroke sebenarnya dapat dicegah melalui pengendalian faktor risiko, pemeriksaan kesehatan secara berkala, serta penerapan pola hidup sehat.

Ia mengungkapkan sekitar 90 persen kejadian stroke berpotensi dicegah. Sementara itu, kecepatan penanganan menjadi faktor penting untuk mengurangi risiko kematian maupun kecacatan permanen.

Pasien yang mengalami gejala stroke perlu segera dibawa ke rumah sakit, terutama dalam masa emas atau golden period 4,5 jam pertama sejak gejala muncul.

Gema juga mengapresiasi Primaya Hospital Bekasi Barat yang turut mengambil bagian dalam memperluas edukasi, pendampingan, dan dukungan bagi penyintas stroke beserta keluarga.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Direktur Primaya Hospital Bekasi Barat dr. Yoana Periskila Winarto, MKK., MHPM., FISQua, Manajer Marketing Bapak TB Yadi, serta jajaran manajemen dan tenaga medis atas inisiatif kolaboratif ini. Aktivasi Klub Stroke ke-44 ini menjadi wujud sinergi nyata antara sektor swasta dan organisasi nirlaba untuk mendukung agenda transformasi kesehatan pemerintah,” ujarnya.

Melalui aktivasi Klub Stroke ke-44, YDKI berharap terbentuk ekosistem pendampingan dan penanganan stroke yang lebih terintegrasi di kawasan Bekasi.

Kolaborasi ini mencakup edukasi deteksi dini melalui kampanye “SeGeRa ke RS”, penanganan kegawatdaruratan, layanan rehabilitasi terpadu, hingga pendampingan psikososial bagi pasien dan keluarga.

Dukungan fasilitas serta standar mutu pelayanan Primaya Hospital Bekasi Barat, termasuk akreditasi Joint Commission International (JCI), diharapkan semakin memperkuat upaya tersebut.

Kehadiran klub ini diharapkan tidak hanya membantu proses pemulihan pasien, tetapi juga mendorong para penyintas stroke agar kembali mandiri dan produktif di tengah masyarakat.

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *