Home / Pameran Internasional Terbesar Mamin: SIAL INTERFOOD 2019 Siap Digelar di JIExpo

Pameran Internasional Terbesar Mamin: SIAL INTERFOOD 2019 Siap Digelar di JIExpo

Lintas Bisnis.com Jakarta – Industri makanan dan minuman (Mamin) siap menampilkan produk-produk unggulan di pameran berskala internasional pada Salon International de I’alimentation (SIAL INTERFOOD) di Jakarta International Expo Kemayoran (JIExpo), Jakarta, pada 13-16 November 2019.

Industri Mamin salah satu industri prioritas dalam percepatan implementasi Making Indonesia 4.0. Hal tersebut dapat terlihat pada kontribusi industri Mamin yang mencapai 6,25% terhadap PDB nasional dan 37% terhadap PDB industri pengolahan non migas pada triwulan III tahun 2019, dengan laju pertumbuhan sebesar 7,72%.

Industri makanan dan minuman Indonesia yang akan ditampilkan di pameran berskala internasional di JIE Expo terdiri atas makanan, minuman, jasa boga, hotel, restoran dan cafe, serta bakery The Global Food Marketplace atau SIAL INTERFOOD.

Ratusan perusahaan itu berasal dari 30 negara seperti: Australia, Argentina, Belanda, Belgia, China, Dubai, Ekuador, India, Itali, Jepang, Jerman, Korsel, Kuwait, Lithuania, Malaysia, Mesir, Palestina, Pakistan, Prancis, Polandia, Saudi Arabia, Singapura, Taiwan, Turki, Timur Leste, Thailand, USA, Vietnam dan Yunani.

Daud Dharma Salim selaku CEO Krista Exhibition mengatakan, Sail Interfood 2019 merupakan sebuah platform yang sempurna karena menyediakan berbagai peluang bisnis bagi seluruh peserta untuk mempromosikan produk, melakukan bisnis dan mencari solusi bersama.

“Ini merupakan pilihan yang tepat bagi perdagangan dan pengunjung di bidang bisnis makanan dan minuman yang ingin mencari dan menemukan inovasi baru dalam industri makanan dan minuman,” kata Daud dalam acara konferensi pers di gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (12/11/2019).

Menurut Daud, jumlah peserta pameran makanan dan minuman tahun ini mengalami peningkatan yang drastis, sehingga memberikan peluang besar bagi masyarakat untuk dapat mengenal produk-produk lokal maupun internasional.

“Pameran yang ke-19 ini cukup spesial karena ada peningkatan peserta pameran yang mencapai 10-15 persen dibanding tahun lalu,” tutur Daud.

Sementara itu, Direrktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Abdul Rochim mengatakan, pameran ini merupakan salah satu terobosan yang tepat mengenalkan produk-produk makanan dan minuman baik dalam maupun luar negeri ke masyarakat.

“Ini adalah pameran internasional yang akan mendatangkan buyer potensial. Sehingga kita bisa mempromosikan industri makanan dan minuman nasional ke dalam maupun luar negeri,” ungkap dia.

Rochim menyampaikan, industri makanan dan minuman menjadi salah satu industri unggulan dalam mendongkrak pertumbuhan industri, maupun pertumbuhan ekonomi.

Kontribusi industri ini mencapai 36,49 persen terhadap pertumbuhan industri nonmigas hingga triwulan III/2019, di mana angkanya lebih tinggi dari periode yang sama di tahun sebelumnya yang angkanya 35,36 persen.

Untuk itu, Kemenperin mendorong peningkatan industri makanan dan minuman, salah satunya dengan mendukung penyelenggaraan pameran di dalam maupun luar negeri.

“Kami berharap ekspor industri makanan dan minuman dapat terus meningkat melalui promosi pada pameran-pameran yang diikuti,” ujar Rochim.

Rencananya pameran ini diikuti lebih dari 880 perusahaan nasional maupun internasional serta dihadiri oleh 82.000 pengunjung dari dalam dan luar negeri. Selain itu, pameran makanan dan minuman ini akan menampilkan 28 sektor, antara lain produk susu dan telur, keju, daging, ikan dan produk hasil laut, buah dan sayuran, kopi, minuman-minuman, peralatan masakan dan masih banyak lainnya.

Realisasi investasi industri makanan dan minuman periode Januari-September 2019 mencapai Rp. 26,39 triliun untuk PMDN dan 1 miliar USD untuk PMA. Jumlah tenaga kerja di sektor industri makanan dan minuman pada Februari 2019 sebanyak 5,2 juta orang atau 28,52 % dari total tenaga kerja industri pengolahan yang mencapai 18,2 juta orang.

Ekspor produk makanan dan minuman (termasuk minyak kelapa sawit) pada periode Januari-September 2019 sebesar 19,31 miliar USD dengan nilai impor sebesar 8,78 miliir USD, sehingga neraca perdagangan bernilai positif. Keikutsertaan dalam pameran berskala internasional seperti pameran SlAL lnterfood 2019 diharapkan menjadi salah satu cara dalam rangka meningkatkan ekspor produk makanan dan minuman sehingga diharapkan Indonesia mampu menjadi pemain industri makanan dan minuman terkemuka di ASEAN.

Pameran Sail Food juga nantinya akan menghadirkan program-program menarik lainnya seperti: Sial Innovations, La Cuisine Competition (penampilan para chef) dan beberapa kompetisi dan perlombaan di bidang makanan dan minuman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *