Peningkatan Anggaran Kementan Diyakini Capai Target Swasembada Bawang Putih

Peningkatan Anggaran Kementan Diyakini Capai Target Swasembada Bawang Putih

Lintas Bisnis.com Jakarta – Mitra kerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang, Jawa Tengah (Jateng) optimis, dengan pencapaian swasembada mengingat anggaran Kementerian Pertanian (Kementan) meningkat, terutama untuk pagu subsidi cocok tanam bawang putih. Anggaran sudah lama diusulkan untuk program cocok tanam terutama pembibitan bawang putih di kabupaten Batang.

“Subsidi untuk bibit dibarengi dengan program ekstensifikasi, pembukaan lahan baru sekitar 300 hektar di Batang. Daerah lain seperti (kabupaten) Temanggung, Karang Anyar sudah jenuh (untuk penanaman). Sehingga Batang sebagai prioritas Kementan,” kata Direktur Utama PT Bulir Padi Lintas Nusantara, Stephen Lo di Jakarta, Sabtu (15/6/2019).

Selama ini, Pemkab Batang bekerjasama dengan mitra, termasuk Bulir Padi untuk genjot kapasitas produksi bawang putih. Pemkab bersama Bulir Padi menerapkan sistem pertanian semi modern untuk menghasilkan lebih banyak bawang putih dari tahun ke tahun.

Kapasitas produksi sekarang ini sekitar 6 ton/hektar per masa panen. Kondisinya masih basah sehingga harus diolah lagi untuk mendapatkan bawang yang sudah kering.

“Bupati Batang, pak Wihaji juga antusias dengan program kerja kami sampai swasembada. Bahkan dalam kurun tiga tahun ke depan, ada 1000 hektar lahan cocok tanam bawang putih terutama di kecamatan Bawang, Batang. Sehingga anggaran Kementan dari APBN harus efektif untuk genjot produksi bawang,” tegas Stephen.

Kecamatan Bawang merupakan salah satu wilayah agraris dengan kultur tanah yang subur untuk tanaman holtikultural, terletak di ketinggian sekitar 600 mdpl, sehingga cocok juga untuk tanaman bawang putih. Kecamatan Bawang memiliki success history dalam tanaman bawang putih, sehingga regenerasi petani harus diutamakan.

Pemkab terus support petani, mulai dari permasalahan hama sampai pada fasilitasi pendampingan untuk petani. Stok dan kebutuhan bawang putih di Indonesia belum seimbang, sehingga masih mengandalkan impor.

“Kami bangun Demplot (demonstration plot) dibarengi dengan penyuluhan kepada petani. (penyuluhan) bukan pekerjaan mudah. Banyak kegiatan penyuluhan yang teoritis dan claim bibitnya yang terbaik. Sementara petani tidak mau ambil pusing (dengan claim penyuluh). Sehingga Demplot sebagai kegiatan percontohan dimana petani bisa langsung melihat langsung hasilnya, tanpa ada claim-claim pihak lain. Petani bisa melihat dan membuktikan terhadap bawang yang didemonstrasikan penyuluh,” tegas Stephen.

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply