Home / Tangsel Dianggap Daerah Terbelakang Pembangunan dan Pendidikan

Tangsel Dianggap Daerah Terbelakang Pembangunan dan Pendidikan

Lintas Bisnis.com Jakarta – Badan Otonom MES DKI menganggap, selama tujuh tahun kepemimpinan Airin Rachmy Diany bahwa pembangunan masih jauh tertinggal di Tangerang Selatan (Tangsel) bahkan proses dunia pendidikan masih terbelakang dari daerah lainnya.

“Selama tujuh tahun memimpin, sampai saat ini belum membuat Tangsel menjadi magnet perekonomian, sehingga warga Tangsel masih banyak yang mencari nafkah di wilayah Jakarta,” kata Ketua Badan Otonom MES DKI Riza Villano Satria Putra di bilangan Pulo Mas Jakarta Timur, Jumat (26/7/2019).

Saat ini menurut dia, ada terdapat 30% warga Tangsel yang kerja di Jakarta. “30% ibu rumah tangga, 10% pekerja kelas menengah, sisa-nya pekerja menengah ke bawah seperti penjaga toko, pelajar dan pengangguran, kira kira begitu lah,” ucap Riza.

Dikatakannya, sebagai wilayah Satelit Jakarta, Tangerang Selatan masih jauh tertinggal dibanding Depok dan Bekasi. Lebih jauh Riza yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua GPMI (Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia)menyarankan Airin berdialog langsung dengan seluruh lapisan masyarakat dan mendata perkembangan ekonomi makro di wilayah-nya.

Dari sektor pendidikan, banyak sekali keluhan warga Tangsel dalam proses PPDB yang baru saja terjadi sambung Riza.

“Selama 2 periode kepemimpinan Airin, paling tertinggal itu Tangsel, yang lain sudah banyak pembangunan dan menciptakan magnet ekonomi. Sementara Tangsel masih menjadi “big village,” ungkap Riza.

Riza pun menyarankan, agar segera didirikan Mallywood atau industri perfilman seperti layaknya Hollywood di Tangsel. Serta membuat daerah yang bila dilihat melalui google map merupakan kawasan hijau, menjadi Sillicon Valley, dirinya siap untuk membangun kawasan di wilayah Tangsel tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *