Bekraf Optimis Start Up Dapat Serap 12 Ribu Tenaga Kerja

Bekraf Optimis Start Up Dapat Serap 12 Ribu Tenaga Kerja

Lintas Bisnis.com Jakarta – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) optimis, dengan semakin banyaknya perusahaan rintisan atau startup terutama financial technology (fintech) dapat menyerap tenaga kerja yang cukup besar. Apalagi fintech dapat menggerakkan sektor ekonomi dalam negeri terutama meningkatkan Usaha Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Deputi Akses Permodalan di Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Fadjar Hutomo menyampaikan, startup teknologi telah menghasilkan multiplier effect pada banyak UMKM. Mereka memberi solusi bagi kebutuhan masyarakat dalam meningkatkan ekonomi sehari-hari, semisal nelayan, petani, dan lain-lain, memberi peluang terciptanya lapangan kerja baru.

“Bekraf menargetkan startup bisa menyerap 12.000 tenaga kerja. Dan kami ingin mendorong ekonomi kreatif, atau inovasi ekonomi, yang intinya ada nilai tambah terhadap produk yang dihasilkan, tidak hanya mengambil sumber daya alam,” tutur Fadjar dalam diskusi TechexChange yang digelar Finmas di Jakarta, Jumat (13/9).

Namun demikian, dia bilang, meski jumlah pelaku UKM di Indonesia ada sekitar 60 juta, atau setara 20 persen penduduk, tapi tidak kokoh. “Banyak traders-nya bukan makers. E-conmerce pun misalnya, akan lebih berdampak kalau yang diperdagangkan barang kita,” ucapnya.

TechXchange merupakan program yang diinisiasi Finmas untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai industri startup teknologi/digital ataupun fintek lending dan manfaatnya untuk perekonomian Indonesia, dengan mengundang narasumber dari berbagai stakeholder yang memiliki kompetensi dan pemahaman di bidang fintech lending maupun industri sejenis.

Menurut catatan yang dihimpun, jumlah Startup telah mengalami perkembangan yang signifikan, dari semula sebanyak 52 perusahan di awal tahun 2015 menjadi 956 di tahun 2018.

Per Februari 2019, jumlah Startup hingga kini terus meningkat dan tercatat mencapai 2.070 Startup dengan pertumbuhan tertinggi di tiga sektor yaitu on-demand services, financial technology (fintech) dan e-commerce (catatan startupranking.com).

Kondisi Startup di Indonesia bersaing secara kompetitif hingga menjadikan 4 Startup dengan status unicorn, seperti Gojek, Traveloka, Tokopedia dan Bukalapak.

Wakil Presiden terpilih Maaruf Amin menargetkan pertumbuhan Startup mencapa 3.500 pada 2024. Hal ini dinilai Menteri Rudiantara dan para stakeholder bukanlah hal yang tidak mungkin.

TecheXChange kali ini menghadirkan Fadjar Hutomo dari Bekraf, Riya Farwati, Kasubdit Bidang Pengembangan Kewirausahaan dan keterampilan Usaha Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Tommy Wiyono, Co-Founder Pintek. Juga turut mengundang panelis dari startup social enterprise di antaranya ARUNA dan Kitabisa.com.

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply