Dolar Naik Tipis, Fokus Beralih ke Data Inflasi AS

LINTAS BISNIS – Dolar sedikit menguat dan keluar dari posisi terendah sesi pada akhir perdagangan Rabu (9/6) atau Kamis (10/6) pagi WIB, saat investor fokus pada laporan indeks harga konsumen AS dan pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB) yang akan datang untuk membantu mengukur laju pemulihan ekonomi saat ini.

Laporan inflasi AS dan pertemuan ECB akan berlangsung Kamis waktu setempat, dan investor telah mengadopsi sikap menunggu dan melihat, meninggalkan mata uang utama sebagian besar terjebak dalam kisaran ketat baru-baru ini.

Data harga konsumen Departemen Tenaga Kerja AS telah banyak diantisipasi setelah laporan bulan lalu menunjukkan harga konsumen meningkat paling tinggi dalam hampir 12 tahun pada April, memicu pandangan bahwa harga-harga yang lebih tinggi dapat bertahan lebih lama daripada yang diperkirakan banyak orang. Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan IHK naik 0,4 persen pada Mei.

Sebelumnya, data harga produsen China untuk Mei menunjukkan lonjakan terbesar dalam belasan tahun, dan harga-harga konsumen negara itu naik 1,3 persen pada Mei – kenaikan tahun ke tahun terbesar dalam delapan bulan – tetapi di bawah ekspektasi.

Dengan ECB, investor akan mengawasi setiap petunjuk tentang perlambatan yang akan segera terjadi pada program pembelian obligasi.

Bank sentral Kanada (BoC) pada Rabu (9/6) membiarkan suku bunga utamanya tidak berubah seperti yang diperkirakan, dan mengatakan akan mempertahankan kebijakan pelonggaran kuantitatif saat ini. BoC juga menegaskan kembali panduannya bahwa suku bunga akan tetap tidak berubah hingga setidaknya paruh kedua 2022.

Dolar Kanada naik terhadap greenback setelah pengumuman tersebut. Dalam perdagangan sore dolar Kanada datar di 1,21 per dolar AS

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya terakhir menguat tipis 0,03 persen pada 90,14, dengan euro juga hampir tidak berubah pada 1,2176 dolar AS.

Pesan yang mulai bergema bersama investor adalah bahwa pembuat kebijakan bank sentral akan “menepis harga-harga jangka pendek yang tinggi,” dan itu menyebabkan dolar AS lebih rendah, kata Adam Button, kepala analis mata uang di ForexLive di Toronto.

“Angka inflasi akan berjalan lebih panas dari apa yang mereka perkirakan dalam jangka pendek, tetapi ada konsensus bank sentral yang solid seputar inflasi sementara,” katanya, dikutip dari Antara.

Dolar naik 0,1 persen terhadap yen menjadi 109,62 yen, sementara sterling melemah 0,3 persen menjadi 1,4111 dolar AS.

Pound merosot karena Inggris dan Uni Eropa gagal menyepakati solusi untuk masalah perdagangan pasca-Brexit di provinsi Inggris di Irlandia Utara, dan bertukar ancaman dalam kebuntuan yang dapat diklaim pada KTT internasional G7.

Indeks Volatilitas Mata Uang Deutsche Bank mencapai level terendah sejak Februari 2020 pada Selasa (8/6), dan tergelincir lebih jauh pada Rabu (9/6).

Sementara ECB diperkirakan mempertahankan pengaturan kebijakan yang stabil, euro dapat menjadi sensitif terhadap perubahan dalam prakiraan ekonomi bank atau sinyal apa pun bahwa laju pembelian obligasi dapat dikurangi dalam beberapa bulan ke depan.

Investor juga mengamati negosiasi di Washington mengenai potensi pengeluaran infrastruktur, yang dapat berdampak pada laju pertumbuhan AS juga. Pada Rabu (9/6), anggota parlemen AS mengatakan kelompok bipartisan yang terdiri dari 10 senator sedang mendiskusikan apakah mungkin untuk merevitalisasi jalan dan jembatan AS tanpa menaikkan pajak, setelah Presiden Joe Biden sehari sebelumnya menolak proposal terpisah dari Partai Republik.

Di pasar kripto, Bitcoin pulih dari level terendah tiga minggu yang dicapai pada Selasa (8/6) ketika tanda-tanda kehati-hatian investor institusional dan perhatian regulasi mendorong penjualan. Bitcoin terakhir naik 8,0 persen pada 36.114 dolar AS.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *