Home / Yayasan VMK Ajak Masyarakat Berikan Alat Bantu Bagi Penyandang Tunadaksa

Yayasan VMK Ajak Masyarakat Berikan Alat Bantu Bagi Penyandang Tunadaksa

LINTAS BISNIS – Yayasan Visi Maha Karya (VMK) mengajak peran serta masyarakat untuk peduli terhadap penyandang disabilitas. Partisipasi masyarakat sangat diharapkan dapat membantu penyediaan alat bantu bagi penyandang Tunadaksa agar bersemangat dan produktif berkarya.

Alat bantu menjadi kebutuhan dasar yang berpengaruh besar terhadap partisipasi penyandang disabilitas dan dalam berbagai aspek pembangunan. Namun faktanya, ketersediaan alat bantu tersebut masih belum mencukupi akibat keterbatasan biaya dalam pengadaan dan penyedia alat bantu yang sangat terbatas serta belum merata di seluruh Indonesia.

Yayasan yang sejak 2011 aktif dalam kampanye pemberian kaki palsu ini kini terus bertransformasi. Setidaknya hingga kini sebanyak 275 penyandang tunadaksa yang sudah terbantu.

Ketua Yayasan Visi Maha Karya (VMK), Salis Maulana mengatakan, perjalanan panjang Visi Maha Karya hingga kini adalah berkat kebersamaan dan dukungan dari para donatur baik personal, lembaga ataupun perusahaan. Dia bercerita, berdirinya Visi Maha Karya timbul dari niat yang sama untuk membantu para penyandang tunadaksa, dimana mereka memiliki keterbatasan dalam memperoleh hak yang sama dengan manusia normalnya lainnya.

“Mereka ini kan punya batasan dalam status sosialnya ya, tidak punya hak sama dalam memperoleh pendidikan dan pekerjaan ditambah bila mereka berasal dari keluarga yang tidak mampu,” kata Salis.

Hal tersebut, menurut Salis dan para relawan, ini menjadi kerawanan sosial, dimana banyak diantara mereka tidak mendapat perhatian dan dukungan dari lingkungan dan pemerintah. Sedangkan harga kaki palsu yang tidak murah jadi kendala para penyandang tunadaksa ini memperoleh kaki palsu.

Kini dalam perjalanan, VMK terus menyempurnakan program-programnya berbagi ke masyarakat. Program pemberdayaan tunadaksa, pemberdayaan yatim piatu dan berbagi nasi adalah salah satunya.

Salah satu program unggulan adalah Program Berkarakter, Percaya diri dan Berkarya Meraih Mimpi (Berdikari).

Program pemberdayaan yatim piatu bekerjasama dengan salah satu perusahaan asuransi dimana mereka dilatih bukan hanya memiliki mental kuat tapi bagaimana nantinya mereka bisa hidup mandiri. Kedepan, harapan Salis dan para relawan VMK di Ciputat dan Jogja ini, terus berkembang dengan banyak membantu dan membuat program pemberdayaan bagi tunadaksa dan yatim piatu. Bukan hanya seputar Tangsel tapi seluruh Indonesia.

“Kita akan terus mengkampanyekan kebaikan dan mengajak siapa saja untuk berbagi dan peduli, bahwa disekitar kita masih banyak yg perlu dibantu,” tutur Salis.

Sementara itu, Head of CSR Yayasan Visi Maha Karya Rizki Fauzan menambahkan, berangkat dari semua visi yang sama dalam satu payung bernama komunitas NAC, pihaknya juga masyarakat untuk memulai hal-hal yang baik seperti membantu bencana alam, memberikan sembako, santunan beasiswa dan lain-lainnya.

“Diluar perkiraan kami semua, ternyata hal-hal baik ini sangat disupport dari orang-orang baik sekitar kami. Demi menjangkau bantuan yang lebih banyak dan menambah kepercayaan dari Masyarakat,” ujar Rizky.

Dalam perjalanannya, VMK terus menyempurnakan program-programnya berbagi ke masyarakat. Program pemberdayaan tunadaksa, pemberdayaan yatim piatu dan berbagi nasi adalah salah satunya.

Adapun salah satu program unggulannya adalah Program Berkarakter, Percaya diri dan Berkarya Meraih Mimpi (Berdikari). Program pemberdayaan yatim piatu bekerjasama dengan salah satu perusahaan asuransi dimana mereka dilatih bukan hanya memiliki mental kuat tapi bagaimana nantinya mereka bisa hidup mandiri.

Kedepan, harapan dan para relawan VMK di Ciputat dan Jogja ini, terus berkembang dengan banyak membantu dan membuat program pemberdayaan bagi tunadaksa dan yatim piatu. Bukan hanya seputar Tangsel tapi seluruh Indonesia.

Dengan Visi ingin membangun manusia secara utuh, yaitu membangun akhlak yang sesuai ajaran Ilahi, membangun kecerdasan dan kesehatan jasmani, serta membangun sikap toleransi dan perdamaian.

Maka, Yayasan Visi Maha Karya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama membangun dan peduli kepada Indonesia.

Ada masalah sosial serius yang butuh perhatian lebih dengan bagi penyandang disabilitas karana tunadaksa itu ada beberapa penyebanya dari lahir dan kecelakaan lalulintas dan kecelakaan kerja dan juga dari diabet untuk itu kami berinisiasi lewat program ‘’Kakiku Kini Kembali Lagi’’ atau “Gerakan Kaki Kini Kembali Lagi’’.

“Tujuan dari program ini adalah memberikan literasi kepada masyarakat luas tentang dispabel tuna daksa juga bagaimana cara penangannya, pecegahannya yang bisa kami lakukan fokus bagi keluarga yang tidak mampu dan usia anak- anak, tumbuh kembang atau usia produktif supaya yang masih anak –anak ini punya masa depan yang lebih bagus menjanjikan dan yang produktif bisa berkativitas kembali,” ujar Rizki.

”Kami juga mengajak masyarakat untuk ikut berdonasi kita bantu mereka dengan memberikan alat kaki palsu target anak-anak dan usia produktif agar mereka tidak down bisa percara diri beraktivitgas sehari-hari secara normal,Setiap bulan kami memberikan bantuan sampai 7 kaki palsu ,Dan yang masih produktif kita berikan pelatihan, sampai saat ini VMK sudak membantu sebanyak 275 kaki palsu di 35 daerah kota diseluruh Indonesia,” imbuhnya.

Rizki Fauzan menambahkan, Program Sahabat Binaan CNAF ini melatih para difabel tunadaksa untuk memproduksi Handsanitizer & Handsoap, hasil kerjasama antara Yayasan Visi Maha Karya dan CIMB Niaga Auto Finance (CNAF),Tiap bulan mampu memproduksi 250 liter Handsanitizer & 250 liter Handsoap yang diserap untuk kebutuhan internal CNAF, Saat ini ada 2 orang Tunadaksa binaan yang terlibat : M. Farhan (20 thn) asal Karawaci dan Amin (20 thn) asal Bogor

Dalam program pembinaan,kami juga membrikan beberapa bantuan seperti pelatihan dan bantuan usaha seperti jualam kopi keliling dan warung sembako.

Farhan dari Karawaci, salah satu penerima bantuan kaki palsu dari VMK mengatakan,’’ Pas setelah kecelakaan saya setahun mengurung diri di rumah tidak berintraksi sama lingkungan jadi murung berdiam diri dan semenjak bekerjasama dengan VMK, Alhamdulillah saya mulai merasa percaya diri karena meraka sangat terbantu selama ini diberikan binaan dan motivasi positif kami tidak dibedakan sama yang lainnya kita dianggap sama secara fisik,selama bersama VMK saya merasa lebih nyaman, merasa sangat bersyukur bekerjasama dengan VMK sehingga saya bisa beraktivitas dan bisa bantu keluarga, dengan adanya kaki palsu sedikit membantu dalam aktivitas sehari- hari saya,” tuturnya.

‘’Saya berharap kepada temen-teman saudara dimanapun berada jika memiliki kondisi seperti saya Tunadaksa atau kondisi yang lainnya janganlah merasa minder berkecil hati kita harus tetap semangat karena saya percaya di setiap kekurangan pasti ada kelebihan yang diberikan oleh tuhan untuk itu manfaatkanlah kelebihan itu dan yang pasti harus bekerjasama dengan orang-orang yang peduli seperti Yayasan Visi Maha Karya sehingga kita bisa percaya diri dan menciptakan lapangan kerja,” pungkas Farhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *