Penyebab Patah Tulang Akibat Kesalahan Saat Berolahraga

LINTAS BISNIS – Para pelari pria, baik sebagai atlet atau untuk kebugaran, yang tidak mendapatkan energi yang cukup dari makanan, kemungkinan berisiko mengalami fraktur stres atau patah tulang akibat tekanan, menurut studi baru yang dipresentasikan di ENDO 2022, pertemuan tahunan Endocrine Society yang berlangsung di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat, pada Sabtu (11/6/2022).

“Temuan kami menunjukkan bahwa pelari pria, termasuk pelari rekreasi, harus diberikan konseling tentang pentingnya nutrisi dan asupan kalori yang cukup untuk mengoptimalkan hormon, komposisi tubuh, dan kesehatan tulang serta untuk mencegah fraktur stres,” kata ketua peneliti Melanie S. Haines, M.D. , dari Massachusetts General Hospital di Boston, Massachusetts, Amerika Serikat.

Fraktur stres adalah patah tulang yang disebabkan kelelahan oleh tekanan berulang dari waktu ke waktu. Alih-alih diakibatkan satu benturan yang parah, fraktur stres merupakan hasil dari akumulasi cedera dari beban berulang, seperti berlari atau melompat.

Pada studi ini, peneliti memasukkan 15 pelari pria dan 16 pria kontrol non-atlet, berusia 16-30 tahun. Mereka menilai kepadatan tulang, komposisi tubuh, dan kadar hormon darah mereka. Tim menemukan bahwa kepadatan tulang korteks tibialis, atau kulit terluar tulang kaki bagian bawah, lebih rendah pada atlet daripada pada kontrol. Ini dapat meningkatkan risiko fraktur stres pada pelari pria, yang terjadi di kulit terluar tulang ini. Berat badan dan massa otot yang lebih rendah, dan kadar hormon yang lebih rendah yang terkait dengan massa lemak (seperti leptin dan estrogen) dikaitkan dengan kekuatan tulang yang lebih rendah di kaki bagian bawah.

“Kami menduga bahwa sekelompok pelari pria mungkin tidak mengisi tubuh mereka dengan nutrisi dan kalori yang cukup untuk aktivitas fisik tingkat tinggi. Kekurangan gizi yang dihasilkan berdampak negatif pada hormon dan tulang. Cukup kalsium dan vitamin D saja tidak cukup untuk mengatasi kekurangan makronutrien dan mikronutrien lainnya,” kata Haines, seperti dikutip dari News Wise, Minggu (12/6/2022).

Hormon sangat penting untuk kesehatan dan kekuatan tulang. Kadar hormon yang tidak normal dalam tubuh dapat berkontribusi pada kepadatan tulang yang rendah dan peningkatan risiko patah tulang. Endocrine Society mengakui bahwa ada sejumlah faktor risiko terkait kekuatan tulang yang buruk pada pria muda, termasuk berat badan rendah atau kehilangan terlalu banyak berat badan, diet rendah kalsium, kadar vitamin D dan testosteron rendah, dan gangguan makan.